BOJONEGORO – INDOSHINJU.COM Pada Hari Kamis 01/08/2019. DiPendopo kelurahan Mojokampung kecamatan Bojonegoro Jawa Timur. Acara Pelatihan kader penyuluhan Kelurahan Mojokampung kecamatan Bojonegoro.
Dengan Nara sumber.
Redhita Fatresia S.KM. Promotor Kesehatan Puskesmas kota Bojonegoro.di hadiri Oleh Kepala kelurahan Mojokampung Toni Kusbianto, Ketua Pokmas “Maju Bersama” Hj.Siti Aminatun Faqih. Para kader kesehatan Kelurahan dan Tokoh Masyarakat Mojokampung. Dengan Tema Penyuluhan pencegahan HIV/AIDS., Perlakuan, bentuk perhatian pada penderita yang
sudah positif terkena HIV/AIDS.
Kegiatan pelatihan Di Buka oleh Kepala Kelurahan Mojokampung Toni Kusbianto S.H. pada kesempatan yang sama ia Menyampaikan ” Besar Harapan kami dengan adanya pelatihan ini Supaya para penyambung Lidah pemerintahan(ibu ibu kader) yang berdekatan langsung dengan warga, Menggunakan fungsinya sebagai kader, dengan Maksimal, jangan Bosan bosan Menyampaikan dan memberikan, mengingatkan Masayarakat untuk kegiatan yang positif dan berprilaku hidup Normal Menurut kaidah dan morma norma yang berlaku pada Masyrakat.”Pungkasnya Mengakhiri sambutannya.



Promoter kesehatan Redhita Memyampaikan Bahwa Ada Slogan * AKU TAHU* Menurut Reditha Dalam penyampaianya ia mengatakan ” kenapa kok dibilang aku tahu?. karena kalau jika virus menjadi AIDS dan bagai mana cara pasien Positif untuk bisa mempertahankan sistem daya imun dan sistem kekebalan tubuhnya, itu muncul dari dalam diri mereka sendiri di Dukung oleh Keluarga dan kerabatnya.” Jelas Redhita.di Hadapan para Kader kesehatan Mojokampung.
“Jika tidak ada kekebalan Dalam tubuh akan rentan terhadap datang penyakit yang lainnya menyebabkan penyakit seperti Diare dan batuk pilek yang akan berlangsung lama, Perjalanan dari HIV. Ke virus AIDS itu dengan jangka waktu 5 sampai 10 th, Harapan hidup bagi mereka yang sudah pisitif terkena HIV/ AIDS. hanya dalam waktu 6 Bulan. Sampai dengan 1th.Tambahnya.
Menurut Promoter kesehatan Bojonegoro Redhita Fatresia SKM. mengatakan Bahwa, Virus HIV.Ada pada darah/ lewat hubungan seksual. Cara penularanya terbatas. Melalui hubungan seksual yang tidak Aman, Melalui transfusi Darah, Penularan melalui ibu Hamil keanak anak yang di lahirkan.
_Cairan Asi
_Cairan vagina/ Sperma
_Cairan Darah transfusi darah.
“Tidak memberikan stigma yang Negatif terhadap penderita karena kita tidak tahu masa lalu mereka, Cukup bagaimana cara penularan HIV itu bagaimana memberi support kepada mereka jangan sampai mengucilkan Mereka, dan upayakan memberi suport, bahwa harapan hidup seseorang tergantung pada dirinya di dukung sama orang orang di sekeliling atau lingkungannya, mereka yang positif terkena virus HIV.” harap promoter kesehatan puskesmas Bojonegoro, Pada semua Para kader kelurahan mojokampung Maupun masyarakat umumnya di kabupaten Bojonegoro.(HSISC)


