LIMBAH KLOBOT JAGUNG, DI DESA SUGIH KECAMATAN MALO DISULAP MENJADI  ANEKA KERAJINAN BUNGA

BOJONEGORO – INDOSHINJU.COM – Kelobot, atau secara agak kurang tepat disebut kulit jagung, adalah lembaran modifikasi daun yang membungkus tongkol jagung.

Kelobot merupakan braktea yang melingkupi tongkol. Kata ini diserap dari bahasa Jawa, klobot, Kelobot yang dikeringkan dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Panggilan Akrabnya  Mbak Lilis (27) warga desa Sugih kecamatan Malo, pada 27/2/2019. saat di temui awak media ia menjelaskan Bahwa
Memilih beberapa klobot jagung untuk digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan

Pada waktu yang sama ia menjelaskan bahwa Jenis kerajinan tangan yang biasanya dibuat adalah aneka bentuk bunga mulai mawar, matahari, anggrek sampe tulip dan lainnya

“Pengerjaanya tidak sulit /memproduksinya hanya perlu ketelatenan sedikit dan memberikan warna corak seperti warna bunga aslinya, sehingga terkesan seperti bunga aslinya.
Bahan Baku utama dari Klonot ini di peroleh dari wilayah sekitar , dan Bahan baku tersebut tidak perlu  Dana untuk mendapatkannya, cukup ambil di sekitar sawah pada saat panen.
produksi Kerajinan seperti bunga dan lainya cukup membantu meningkatkan ekomomi keluarga,” pungkasnya.

Kulit jagung untuk dibuat kerajinan tangan perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan agar lebih menarik. Kulit jagung yang digunakan adalah adalah yang bagian dalam karena lebih lunak agar mudah digunakan.

Setelah kulit jagung dipisah-pisah lapisan-lapisannya kemudian dijemur sampai kering.. kemudian dilakukan pewarnaan agar mempunyai warna tertentu sesuai dengan kebutuhan . Untuk pewarnaan digunakan pewarna tekstil,

Untuk pemasaran dari hasil produksi , pengrajin muda ini mengakui cikup lumayan banyak dan selain di pasarkan melalui medsos juga Getok tular sebagai cinderamata , produk Bojonegoro.

Dari Penggiat dan Peran serta Wisata Wahyu setiawan “pemberdayaan dibidang ekonomi kreatif ini harus selalu digalakkan utamanya untuk pendapatan tambahan masyarakat, disamping itu bahan yang digunakan adalah limbah yang tidak terpakai dan banyak terbuang”.pungkasnya

“Perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan secara periodik agar model bahkan kreasinya bisa selalu mengikuti jaman, tidak monoton seperti sekarang ini, dan perlu juga diversifikasi modelnya , tidak hanya bunga saja, mungkin bisa dibuat handycraft berupa bross ataupun kerajinan lainnya yang menarik” menambahkan Caleg DPR RI NASDEM dapil 9 Bojonegoro Tuban, nomer urut 4.

Promosi yang intens dan ikut ajang promosi bisa juga dilakukan, peran serta pemerintah sebagai mitra kerja bisa melibatkannya dalam ajang promosi daerah atau pameran kerajinan melalui Dekranasda.

.(Shinju.isc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *