Indoshinju.com – Tuban Segala bentuk inovasi di berbagai bidang selalu mendapat apresiasi positif dari Bupati Tuban , H. Fathul Huda . Seperti dalam kunjungan kerjanya di Desa Brangkal Kecamatan Parengan Rabu , 21 Maret 2018 .
Di dampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban , Bupati meninjau langsung pelaksanaan program Integrasi Peternakan , Perikanan dan Pertanian yg di jalankan di desa setempat oleh Kelompok Masyarakat ( Pokmas ) Rukun Makmur .
Dalam kesempatan tersebut , Bupati melihat secara langsung peternakan sapi yang terintegrasi menjadi satu dengan ternak budi daya ikan lele , serta kebun tanaman cabai yang terlihat sangat subur , dan melaksanakan dialog dengan Kepala Desa Brangkal serta pengurus Pokmas Rukun Makmur
Melihat hasil yang menggembirakan dan juga potensi keuntungan yang lebih dari pada beternak ataupun bertani seperti biasanya , Bupati berharap program yang sama bisa di tularkan kepada kelompok tani lainnya , jika memang terbukti menguntungkan , program ini harus di tularkan kepada kelompok lainnya , terang Bupati Tuban
Kepada Dinas terkait , dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan ( Diskanak ) Tuban , Bupati menginstruksikan agar hal serupa bisa di sosialisasikan dan harapannya bisa di terapkan di desa lainnya .
Semakin banyak yang tau akan keuntungan yang di hasilkan , pasti banyak yang ingin mencoba tambahnya .
Sementara itu Kepala Diskanak Tuban , Ir. M. Amenan , MT menyatakan bahwa pada dasarnya program integrasi antara peternakan , perikanan dan pertanian dalam arti luas memiliki konsep untuk adanya tambahan rantai nilai yang menghasilkan .
Konsep ini meliputi semua aktifitas ekonomi yang saling berkaitan dan bermanfaat .
Amenan mencontohkan kenapa di pilih lele dalam program ini , menurutnya pemilihan ini karena air dari kolam lele masih banyak mengandung protein tinggi , Sehingga sayang jika air dari kolam tersebut di buang , proteinnya masih tinggi , sehingga bisa di gunakan sebagai bahan baku untuk tanaman cabe , intinya limbah air kolam lele masih bisa bermanfaat Terang Amenan .
Amenan menambahkan bahwa Diskanak Tuban ingin mengoptimalkan aspek pendapatan tidak hanya pada produksi saja , karena menurutnya masih dapat mengoptimalkan kelompok tani yaitu dengan lahan yang sama , dengan konsep program ini , petani bisa meningkatkan pendapatannya dan dapat memastikan pendapatan harian , bulanan dan juga tahunannya .
Dengan program ini kelompok tani bisa lebih jelas potensi pendapatannya, setiap tiga bulan bisa panen lele, ternak sapi yang kita bantu dalam keadaan bunting di perkirakan tiga bulan lagi lahir , belum lagi untuk cabe yang bisa panen tiga sampai empat bulan lagi .
Bahkan dengan program ini lebih menguntungkan hasilnya , jauh melebihi pendapatan mereka jika hanya mengurusi lele atau cabe saja , dengan lahan yang terbatas bisa di optimalkan semua sumber daya yang ada jelas Amenan .
Pengoptimalan juga bisa di lakukan pada ternak sapi yang biasanya sulit mendapat bahan baku untuk makanannya , dengan mengoptimalkan lahan bisa di tanami rumput odot , sehingga bahan makanan ternak sudah tersedia setiap saat dan tidak perlu mencari lagi
Adapun kotoran sapi sendiri bisa di jadikan pupuk . Intinya tidak ada limbah yang tidak bisa di maksimalkan pemanfaatannya . Untuk pemilihan Lokasi yang dipilih dalam program ini .
Amenan menjelaskan merupakan usulan petani atau kelompok tani , setelah itu diseleksi oleh Diskanak Tuban dan jika memenuhi syarat akan di berikan kepada mereka , Minimal ukurannya 1500 sampai 2000 meter persegi , bahkan hasilnya bila di Compare hasilnya melebihi yang lahannya satu – dua hektar , imbuhnya .
Menurut pria yang juga aktif di PCNU Tuban ini , selama dua tahun terakhir , di mulai tahun 2017 lalu , telah ada 18 kelompok masyarakat yang menerima program ini , tetapi untuk integrasinya menyesuaikan dengan kondisi masing – masing .
Adapun untuk anggarannya di ambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT ) pada Diskanak Tuban , yang tahun ini mendapat alokasi satu milyar rupiah untuk di bagi kepada lima kelompok masyarakat yaitu di Panyuran , Brangkal , Pandan Agung , Menturo , dan Sumurgung .
Sambutan sangat baik akan program ini di ungkapkan oleh Kepala Desa Brangkal , Zainal Muttaqin . Menurutnya program integrasi ini sangat membantu dalam menambah pendapatan warganya yang tergabung dalam Pokmas Rukun Makmur , dengan lokasi yang luasnya hanya 7300 meter di tempati untuk ternak sapi , lele dan tanaman cabe .
Luas ini baru setengahnya yang di manfaatkan . Untuk yang lain di rencanakan juga segera di tanami tanaman cabe jenis imola dan colombus yang di rasa memiliki harga di pasaran yang lumayan tinggi .
Untuk kolam lelenya , menurut Zainal terdiri dari delapan kolam yang dalam satu kolamnya berisi benih 1500 ekor atau secara keseluruhannya 12.000 ekor lele yang saat ini sudah siap untuk di panen .
Zainal menambahkan bahwa Program yang di berikan Pemkab Tuban melalui Diskanak Tuban ini sangat berguna , bahkan jika akan di tambah lagi bantuannya .
Zainal mengungkapkan kesiapannya , Jika mau di tambah lagi bantuannya , kami siap menerima dan menjalankannya sebaik mungkin , terangnya .
Untuk di ketahui , dalam kunjungannya kali ini , Bupati juga melaksanakan peninjaun program yg sama di Ponpes Miftahul Huda Desa Sukorejo Kecamatan Parengan , di ponpes ini sebanyak dua belas kolam lele dengan masing -masing kolam 4000 ekor lele di kembangkan oleh para santri . ( AGUS ) .


