Indishinju.com – Cirebon – Di dinilai lemahanya pengawasan bantuan UPO Rp 175 juta dari dinas terkait menjadi rentannya disalah gunakan oleh oknum oknum klompok pemerima bantuan sehinga uang bantuan tersebut serasa uang milik pribadinya.
Hasil pantauan media ini di beberapa kelopok sapi yang menerima bantuan dari pemerintah melalui program UPO sebesar Rp 175 juta untuk pengadan pisik perupa pembuatan rumah kompos ples kantor, kandang untuk sapi, mesin kompos dan enam ekor sapi,
Namun di salah satu klompok di desa jatipancur kecamatan greged kabupaten cirebon rumah kompos nampak tidak selesai pekerjaannya, terlihat belum di tebok, jendela jendela belum terpasang, ditambah keterangan sipenjual sapi bawha dua ekor sapinya sampai saat ini belum juga dibayar oleh klompok ternak sapi desa jatipancur.
Hal yang berbeda terjadi di klompok ternak sapi yang berada di desa mundu masigit kecamatan mundu cirebon, tidak ada pelaksanan pembangunan rumah kompos, hal ini diterangkan oleh salah satu anggota kelompok bahwa tidak ada pembangunan rumah komos ples kantor.
Lanjut, klompok ternak sapi yang berada di desa kanci kecamatan astana japura cirebon, harusnya pengadaan sapi sebanyak enam ekor namun menurut salah satu anggota klopok menunjukan kepada media ini bahwa yang dibeli oleh ketua klopok hanya sebanyak tiga ekor sapi, memang dikandang ada empat ekor tapi yang satu itu milik pribadi ketua, ungkapnya.
Di hari yang berbeda saat media ini pempertanyakan kinerja pengawasan dari dinas pertanian kapupaten cirebon, hermawan hidayat selaku kabid di dampingi wawan bagian seksi, pihaknya baru mengetahui dari awak media ini tentang kejadian di lapangan,
pihaknya akan melakukan infestigasi kelapangan dalam waktu dekat bila mana benar terjadi ada penyalah gunaan di tiga klopok ternak sapi tersebut maka tak segan akan di tindak keras di berikan sangsi, karna jelas bila mana ada penyalah gunaan uang bantuan UPO itu pihak dinas pertanian cirebon akan kena imbasnya juga, tegasnya.
Hal ini mendapat tangkapan dari masyarakat cirebon yang beberapa namanya tidak mau disebutkan, dinilai lemahnya pengawasan dari beberapa intansi kususnya dinas pertanian cirebon sudah jadi suwatu tugasnya dalam pengawasan jangan cuman leha leha saja karena bapa bapa di gajih dari negara beasal dari uang rakyat.
Harapnya kepada dinas pertanian segra bertindak cepat, kepada aparat penegak hukum seperti polsek setempat, polres dan kejaksaan segera menidak pemproses secara hukum yang berlaku karna jelas jelas ini ada dugaan kuat tiga klompok ternak sapi itu menyalah gunakan uang negara.
Prose dan adili biyar menjadi jera bagi pelaku korupsi. (DEDE S)


