Home Headline ECOBRICK SEBAGAI JALAN PINTAS ATASI SAMPAH PLASTIK YANG SEMAKIN TAK TERKENDALI

ECOBRICK SEBAGAI JALAN PINTAS ATASI SAMPAH PLASTIK YANG SEMAKIN TAK TERKENDALI

55
0
SHARE

Bojonegoro: 21/07/2021.

Pandemi Covid-19 menjadikan kita semakin konsumtif dalam berbelanja baik secara online maupun langsung.

Ternyata hal ini menimbulkan meningkatnya jumlah limbah plastik yang kita sumbangkan ke lingkungan sekitar.

Indonesia saat ini mengalami darurat sampah plastik, yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup akibat waktu urai plastik yang mencapai 500-1000 tahun dan asap beracun jika dibakar.

Plastik banyak digunakan dalam berbagai macam kebutuhan hidup manusia. Mulai dari bahan pembungkus makanan hingga keperluan bahan otomotif.

Plastik merupakan sebuah bahan yang paling populer dan paling banyak digunakan sebagai bahan pembuat komponen otomotif selain bahan logam berupa besi.

Permasalahan yang paling utama dari plastik adalah limbah plastik yang tidak bisa terurai secara alami. Memerlukan waktu yang sangat lama untuk membersihkan sampah plastik dari muka bumi.

Terlebih lagi karena penggunaan plastik hampir tidak bisa dikendalikan. Plastik juga menjadikan suhu udara menjadi lebih panas dari ke hari, karena sifat polimernya yang tidak berpori.

Pada saat ini, sebagian besar produk yang diproduksi tanpa memikirkan ke mana mereka akan pergi ketika dikonsumsi.

Banyak produk yang juga dirancang untuk gagal dalam periode-tertentu yang dikenal sebagai “usang yang direncanakan”. Filosofi desain ini adalah penyebab dibalik meluapnya tempat pembuangan sampah, pulau plastik di laut, dan menjadi momok seperti misalnya pembungkus, kemasan dan produk yang menyumbat ekosistem daerah.

Jika hal ini tidak segera ditangani,dikhawatirkan akan memberikan kerusakan lingkungan dimasa mendatang dikarenakan lamanya proses meleburnya limbah plastik di bumi. Dari adanya issu ini Saya yang merupakan bagian dari tim KKN Tematik dari Universitas Trunojoyo Madura yang melakukan pengabdian di desa Mojodeso,Kapas,Bojonegoro bersama teman-teman KKN saya berinisiatif membuat sebuah program kerja yakni “Ecobrick”.
Ecobrick merupakan salah satu upaya kreatif untuk mengelola sampah plastik menjadi benda-benda yang berguna, mengurangi pencemaran dan racun yang ditimbulkan oleh sampah plastik.

Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif  bagi penanganan sampah plastik.
Dengan hal ini kami dari tim KKN UTM mengadakan kegiatan sosialisasi bahaya sampah plastik dan membuat ecobrick di MI ISLAMIYAH Mojodeso, disana kami melakukan sosialisasi dari kelas ke kelas mulai dari kelas I sampai dengan kelas V.

Bertepatan dengan adanya classmeet kami tim KKN diberikan amanah dari Kepala Sekolah untuk menjadi panitia classmeet di MI ISLAMIYYAH Mojodeso.

Kami mempunyai ide yakni lomba membuat ecobrick dari limbah plastik dengan alat dan media dari lingkungan sekitar siswa, misalkan sampah plastik yang kita perintahkan kepada adik-adik untuk dibawa pada saat acara dilangsungkan.

Adapun bahan dan alat yang dipergunakan dalam membuat ecobrick yakni : botol aqua ukuran 1,5 l sebanyak 10 botol, sampah plastik sebanyak-banyaknya,gunting,dan kayu untuk mendorong sampah supaya padat.

Semua bahan dan alat disiapkan oleh masing-masing siswa dan guna mengurangi limbah plastik yang sudah terbuang kami memerintahkan siswa untuk membawa sampah plastic yang berasal dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan lomba berlangsung sangat meriah dan disambut antusias oleh para siswa. Setiap kelas berlomba-lomba untuk memasukkan sampah plastic kedalam botol sebanyak-banyaknya. Adapun kriteria untuk menjadi pemenang lomba ialah botol harus padat dan keras dan tentunya dibuat sebanyak mungkin.

Yang selanjutnya hasil dari lomba ecobrick tersebut kita buat menjadi photoboot. Dengan hal ini limbah plastik yang sebelumnya tidak bermanfaat kita ubah menjadi sebuah benda yang bermanfaat.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan lomba membuat ecobrick yang wujud usaha untuk menanggulangi menumpuknya sampah plastik.

Manfaatnya  adalah menciptakan masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan. Tidak hanya itu, yang paling penting dan melegakan adalah bahwa, siswa-siswi mulai memahami mengapa kita perlu ecobrick. Apa dasar dan filosofi di balik melakukan kerja keras ini? pengetahuan yang lebih komprehensif tentang plastik, fakta-fakta dari produksi plastik, tentang masalah daur ulang ini, apa bahaya saat kita melakukan hal yang salah dengan plastik, apa efek ke lingkungan kita jika kita tidak sadar, apa yang akan terjadi dalam waktu dekat dan jangka panjang jika kita tidak peduli tentang mereka, bagaimana kita perlu mengubah gaya hidup kita dan perilaku konsumsi kita, dan apa yang bisa kita lakukan dengan plastik atau sampah yang digunakan dan bahkan membuat mereka sebagai bagian dari solusi.

Sebenarnya itulah targetnya. Bukan hanya bagaimana mengelola plastik yang selama ini terus dikonsumsi setelah itu sudah begitu saja.(Dika)

Redaksi : Indoshinju.com
Editing   : Ulva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here