Warga Dusun Keserut Menjerit, Dan 2 Pemerintah Desa Setempat Cuek Mengabaikan Keluhan Warga

Karawang – indoshinju.com.  Jumat 12/4. Hampir 3 tahun sudah Masyarakat Dusun Keserut Rt 003 / 07 Desa Cilamaya Kecamatan Cilamaya wetan Kabupaten Karawang provinsi Jawabarat di duga jadi anak tiri di  Desa Cilamaya dan Mekarmaya.

Pasalnya, di hadapkan dengan pemandangan yang tidak sedap dan bau di karena kan saluran Solokan/Dampiyang yang mengaliri di beberapa Desa longsor pada Tahun 2016 mengakibatkan banyak Masyarakat yang terkena penyakit di akibatkan tidak ada nya air yang mengalir dan jadi sarang nyamuk.

Tim Media Online Indoshinju.Com mengInvestigasi ke Masyarakat yang rumah nya berhadapan dengan Solokan/Dampiyang tersebut,Bapak Opik merasa geram terhadap kinerja Pemerintah setempat karena menurut kami tidak sungguh sungguh memperjuangkan Aspirasi Masyarakat,

Lanjut Opik,  coba bayangkan Pak kalau pemandangan seperti ini dengan tersumbatnya air,  jelas menimbul kan satu penyakit karena banyak air yang bekas mandi dan bekas mencuci serta menimbulkan sampah berserakan di Solokan/Dampiyang tersebut.

“Kami atas nama Masyarakat Cilamaya tolong di percepat untuk penanganaan tanggul yang jebol di Dusun Kertasari,”tambah Opik.

Bagi yang mempunyai kewenangan Pemerintah Kabupaten Karawang khusus nya Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (DPUPR) mohon agar Sidak ke lokasi ke tanggul yang jebol di Dusun Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan,

Semoga Ibu Bupati dr Cellica Nurrchadiana mendengar Aspirasi kami, terima kasih ungkap Opik ke Tim Media Online Indoshinju.com.

Di tempat yang berada, Camat Cilamaya Wetan Drs. H. Hamdani  saat di temui di kantornya menuturkan “Bahwa dirinya sudah perintah kan Kepala Desa yang bersangkutan”.  Ungkapnya.

Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari 2 Desa tersebut. Di duga Kepala Desa tersebut mengabaikan keluhan warga, dan tidak melaksanakan perintah atasannya. Tutup (Priatna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *