Puncak Peringatan HUT PGRI Ke-74 Dan Hari Guru Nasional, Wakil Bupati Bojonegoro Berikan Pembinaan

Puncak Peringatan HUT PGRI Ke-74 Dan Hari Guru Nasional, Wakil Bupati Bojonegoro Berikan Pembinaan.

Bojonegoro, indoshinju.com – Wakil Bupati  Bojonegoro Budi Irawanto menghadiri sekaligus memberikan sambutan kepada seluruh anggota PGRI Kab. Bojonegoro yang hadir pada puncak peringatan HUT PGRI yang dirangkai dengan Hari Guru Nasional kamis, 12/12/2019 di  Gedung Islamic Center Bojonegoro. Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kab. Bojonegoro, PB PGRI Joko Adi W.,  Ketua PGRI Prov. Jatim Ichwan Sumadi, Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatikin, Plt. Dinas Pendidikan Kab. Bojonegoro Muh. Khuzaini, serta Guru Se-kabupaten Bojonegoro.

Ketua PGRI Bojonegoro laporan bahwa anggotanya tetap setia menganut, menjalankan dan berpedoman pada kode etik serta ikrar sumpah janji Guru Indonesia. Dalam puncak peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini dihadiri kurang lebih 570 kader PGRI yang datang dari seluruh penjuru Bojonegoro, yang diwarnai dengan acara Bazaar buku  karya Guru dan siswa Bojonegoro, media pembelajaran inovatif, pemutaran film pendek ” Sekar Ayu”, dan Launching Komunitas Film Maker PGRI, sekilas Program Bojonegoro Sadar Bakat PGRI, dan penyerahan hadiah lomba cipta puisi dan geguritan, serta apresiasi siswa pemanjat tiang bendera saat upacara HUT PGRI Ke-74.

Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro memberikan apresiasinya dengan mengucapan rasa terima kasih atas semua sumbangsih Guru dalam sebuah sinergi membangun sumber daya manusia yang unggul yang sesuai dengan thema peringatan HUT PGRI Ke-74 Dan Hari Guru Nasioanal hari ini yaitu “Peran Strategis Guru Dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul.

Wabup mengatakan pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, harapan kita semua apa yang didapat dari hasil acara ini untuk disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, anak didik di sekolah, khususnya bagi tingkat SLTA kelas tiga yang akan melangkah ke jenjang perguruan tinggi, berikan informasi yang jelas dan akurat terkait status perguruan tinggi tersebut, apakah sudah terakreditasi apa belum, karena kalau belum pastinya juga akan merugikan semua pihak generasi penerus bangsa ini, “sudah memakan waktu, biaya, pikiran, tenaga, dan ternyata status perguruan tinggi belum terakreditasi sehingga ga bisa mengikuti rekruitment CPNS karena gagal di administrasi” ungkapnya. Yang terkahir tetap lakukan langkah-langkah preventif dalam membimbing anak didik, tetap berkomunikasi dan  koordinasi dengan Pemkab, Forkopimda, dalam upaya pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan di Kabupaten kita tercinta ini.(ISC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *