Perhutani KPH Padangan Kembangkan  Area Lokasi Tanaman Jati Sebagai Tujuan  Wisata Alam Dan Edukasi Di Kab. Bojonegoro

BONONEGORO – INDOSHINJU.COMHutan jati adalah sejenis hutan yang dominan ditumbuhi oleh pohon jati (Tectona grandis). Di Indonesia, hutan jati terutama didapati di Jawa. Akan tetapi kini juga telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Hutan jati merupakan hutan yang tertua pengelolaannya di Jawa dan juga di Indonesia, dan salah satu jenis hutan yang terbaik pengelolaannya.

Di areal KPH Padangan tepatnya di petak 84c, RPH Kaliaren, BKPH Kaliaren Barat, tumbuh tanaman pohon Jati yang umurnya saat ini sudah mencapai 162 tahun, sejak pertama penanaman pafa tahun 1857. Saat ini pada 27/8/ 2019 saat berita ini di terbitkan  diameter keliling pohon setinggi dada kurang lebih 557 cm.

Karena keunikan dan kelangkaanya, perhutani KPH Padangan akan mengembangkan area lokasi tanaman jati ini menjadi salah satu destinasi wisata alam dan edukasi di Kab. Bojonegoro.

Pohon jati yang sangat unik dan fenomenal ini biasa orang sekitar atau perhutani menyebutnya Jati Monumen, karena begitu besar dan tinggi serta kokoh seperti bentuk sebuah monumen pada umumnya.

 

Menurut informasi dan catatan yang dihimpun dari data perhutani, tanaman. pohon jati ini ditanam tahun 1857 sekaligus merupakan salah satu peninggalan dari arsitek kehutanan Gubenur Jendral Hindia Belands Herman W Deandels.

Ketika itu H.W. Deandels membuat dan membentuk organisasi teritorial kehutanan di Pulau Jawa. Ia memperlakukan khusus pepohonan jati dengan mengeluarkan undang undamg Kehutanan. Tujuannya ialah agar pohon jati ditebang harus sesuai masa umurnya (masa tebang). Yeni Ernaningsih, waka ADM KPH Padangan, menyebutkan bahwa untuk menuju lokasi Jati Monumen , suasana keasrian hutan sangat sejuk serta sesekali terdengar kicauan burung tampak saling bersautan.

Sangat pas sekali kalau tempat ini dijadikan sebuah destinasi wisata alam serta bisa juga dibuat semacam edukasi penelitian ilmiah, sejarah tentang pohon jati.

Wahyu setiawan, ketua masyarakat pariwisata Indonesia menambahkan bahwasannya lokasi Jati monumen ini sudah sangat layak untuk dijadikan sebuah destinasi wisata, apalagi yang ditampilkan adalah suasana alam serta keunikan pohon jati yang sangat besar dan jarang ditemukan ditempat lain.

Apalagi di seputaran area hutan ini bisa dipergunakan sebagai tempat bumi perkemahan.

Saya yakin dan optimis bisa terwujud menjadi Destinasi wisata Bojonegoro dengan Jati Monumennya.

ADM Perhutani KPH Padangan, ibu Loesi Triana menegaskan bahwa , kami akan terus berupaya dan komitmen agar impian menjadikan KPH Padangan berkontribusi di bidang sektor Pariwisata bisa terwujud, tentunya kami juga siap bekerja sama dengan investor untuk bisa  mengembangkan peluang serta potensi hutan diwilayah KPH Padangan.(ISC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *