Karawang – indoshinju.com – Rabu (12/09/2018), Penturapan yang di Dusun Tangkolak dan Dusun Cermin Desa Sukakerta kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat.
Beberapa hari yang lalu, saat Media online Indoshinju.com selepas Program proyek Penturapan atau TPT (Tembok Penahan Tanah), di lokasi di Dusun Cermin sangat dikhawatirkan ,saat wartawan media bertemu dengan kepala Tukang atau Mandor,
Sebut saja mandor Rasja, dia tidak bisa kerjakan karena bahan -bahannya telat di kirim dari pemborong, seperti air dan pasir.
Menurut Mandor Rasja, “Kami sampai mengutang bahan, bukan itu saja pak, untuk uang makan aja kami sampai ke walahan, makanya beberapa orang saya libur kan dulu”, ungkap Rasja.
Tambah Rasja, saat di konfirmasi oleh awak media, yang terkait dengan pemborongnya siapa dan juga pengawasannya siapa, Rasja tidak tau, karena saya dapat meng-proyeknya dari mandor yang lain, ungkap Rasja ke media online Indoshinju.com.
Selain itu, di duga tidak sesuai dengan RAB, dari kelihat bahan-bahan dari pasir, dan jenis pasir itu seperti ladon atau debu, dan juga tidak ada papan informasi , volume tinggi dan tinggi tidak jelas, ungkap Masyarakat Bapak Sadim.
Imbuh sadim, Kami atas nama masyarakat yang dikirim ke pihak Dinas PU agar bisa menegur para pemborong , harapanya bisa menjadi lebih baik. Ini adalah cara-cara dan contoh-contoh di kerjakan, ungkap Sadim ke wartawan media online Indoshinju.com (PRI / Juh)


