Karawang, Jawa Barat, Indoshinju.com
Sabtu, 14 September 2019. Ketika dikonfirmasi dikantornya Heru Saleh, M.Pd Penggiat Aksaraan Asal PKBM Assolahiyah Kabupaten Karawang, dirinya memberikan keterangan ke awak media Indosinju.com.
Keberaksaraan penduduk merupakan hal sangat mendasar dalam hidup dan
kehidupan.
Dengan memiliki kemampuan keaksaraan dasar, yaitu membaca,
menulis, dan berhitung, serta berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia,
diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan dan informasi dalam berbagai
bidang kehidupan sehingga akan lebih berdaya. Lanjut Heru Saleh.
Indonesia sebagai salah satu anggota UNESCO, memberikan perhatian yang
sangat besar terhadap upaya penuntasan buta aksara. Data Buta Aksara tahun
2017 menunjukkan, penduduk buta aksara kelompok umur 15-59 tahun berjumlah
3.474.694 orang atau 2,068% (PDSP Kemdikbud, 2018), persentase angka tersebut
menurun dari tahun ke tahun. Penurunan persentase angka buta aksara tidak lepas
dari peran berbagai pihak yang serius dan peduli terhadap pendidikan keaksaraan.
Dalam rangka Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) dan sebagai bentuk
apresiasi kepada berbagai pihak yang telah melakukan program pemberantasan buta
aksara dan masyarakat yang telah mengabdikan dirinya dalam penuntasan buta
aksara, pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
akan memberikan penghargaan Anugerah Aksara dan Pegiat Pendidikan Keaksaraan.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan.
Heru Saleh, M.Pd
Penggiat aksaraan Asal PKBM Assolahiyah Kabupaten Karawang.
Direktur Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Kahar, M.Pd. (MJ dan ISC)


