Oknum Cakades di Lamongan Alami Depresi Tidak terpilh Dalam Pilkades Serentak 2019 Tutup AKSES JALAN  WARGA

LAMONGAN – INDOSHINJU.COM 

Lantaran  karena kecewa tidak terpilih dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Lamongan  yang digelar serentak pada , Minggu (15/09) lalu. Seorang calon Kepala Desa bernama Kasinu di Desa Wudi kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan menutup akses jalan warga dan tempat ibadah.

Kasinu yang mencalonkan diri menjadi calon Kepala Desa Wudi hanya dalam penghitungan mendapatkan suara 650.  Sedangkan rivalnya kades incumbent Zainul Mukid meraih suara 752. Dengan hasil yang diperoleh, Kasinu tidak bisa menerima dengan lapang dada bahkan melakukan tindakan kurang terpuji yakni menutup akses jalan warga dengan cara menumpukan batu bata putih atau kumbung 3 lapis membentang jalan sehingga menutup akses warga.

“Tumpukan batu bata itu sejak senin sore (16/9/19) usai Pilkades, menutup akses masuk 1 tempat ibadah Mushola dan 8 rumah,” kata Ibu Cemani salah satu warga yang terdampak akses jalan
Di tutup (19/9/2019).

Atas tindakan yang dilakukan Kasinu, warga merasa di rugikan atas penutupan akses jalan tersebut Warga sangat kecewa dan heran kenapa harus   terjadi tindakan seperti itu. “Terus terang kami  sebagai warga sangat menyayangkan Tindakan Oknum  yang gagal terpilih jadi Kades semestinya intropeksi diri dan lapang dada ( legowo ) bukan malah bikin resah Warga .

Semestinya  bisa,  komunikasi terlebih dahulu dengan kami, jangan serta merta menutup jalan yang sudah kami buat aktifitas sehari hari selama bertahun tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ibu Cemani menuturkan, di akses jalan yang ditutup itu terdapat (1) mushola yang setiap hari untuk ibadah warga sekitar dan 8 rumah. Yang  mana saat ini warga kalau aktifitas terpaksa harus menggunakan akses celah dua rumah warga yang notabene adalah saluran pembuangan air limbah rumah tangga,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Camat Sambeng Irsyad saat dikonfirmasi perihal adanya tindakan Oknum tersebut mengatakan bahwa pihak muspika saat ini tengah bermusyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak pihak terkait khususnya yang menutup dan yang terdampak.

“Karena ini harus di urai lebih jauh ke belakang, apa akses jalan masuk ini milik orang tua bersangkutan lalu di wakafkan untuk kepentingan warga, atau hanya di gunakan warga sebagai jalan yang kemudian sewaktu waktu bisa di ambil lagi oleh ahli waris,” terang Irsyad.

Lebih rinci Irsyad melanjutkan, semoga saja dengan adanya rembug Desa nantinya bisa di capai hasil kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain dengan kearifan lokal di capai mufakat bersama demi tercapainya situasi wilayah yang aman tentram dan kondusif. ” Semoga segera bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, biar suasana desa bisa lebih kondusif,” pungkasnya.( Margi. ISC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *