Baca KUNINGAN indoshinju.com –
Adanya aktifitas pejulan buku LKS terjadi di halaman kantor desa sampora oleh pihak ketiga kepada seluruh siswa SDN 1 sampora kecamatan cilimus kabupaten kuningan jawa barat, mulai dari kelas 1 (satu) sampai klelas 6 (enam) dengan harga berpareatif mulai dari Rp 46.000 sampai Rp 66.000.
Tim saber pungli kuningan di harapakan segera turun menindak lanjuti keluhan orang tua siswa warga desa sampora.
Menurut sumber yang bisa di pertanggung jawabkan, penjualan buku LKS ini ada intruksi dari pihak sekolah SDN 1 sampora, siswa di wajibkan membeli, mau tidak mau, suka tidak suka, mampuh tidak mampuh siswa di haruskan membelinya, ironisnya lagi bagi orang tua yang tidak mampuh membayaranya, di intruksikan memotong dari buku tabungan.
Ketika di konfirmasi (11 09) di ruangan kerjanya kepala sekolah SDN 1 sampora berkomentar, dari pihak sekolah tidak di wajibkan harus membeli buku LKS tersebut, Masalah potongan dari uang tabungan mungkin itu persetujuan antara pihak penjual dan orang tua siswa, pihak sekolah mengikutinya saja.
Namun penjelasan kepala sekolah berbeda dengan pengakuan beberapa orang tua siswa, seluruh siswa di haruskan membeli buku LKS oleh pihak sekolah yang penjualannya di lakukan di halaman kantor desa sampora, bagi orang tua siswa yang tidak mampuhpun di wajibkan untuk membelinya, dengan cara memotong uang tabungan siswa. Jelas beberapa orang tua siswa sambil mengeluh adanya penekanan dari pihak sekolah.
Tabah beberapa orang tua siswa, pihaknya merasa tertekan dengan harga buku paling murah 46 ribuan paling mahal 66 ribuan, bagi yang mampuh itu gambang bagi tidak mampuh uang segitu sangat sulit mas.
Harapan orang tua siswa SDN 1 sampora pentingnya tim saber pungli mendatangi sekolah SDN 1 sampora menindak secara hukum tetang penjualan buku LKS, agar memberi epek jera sekaligus menjadi cotoh untu sekolah yang lainnya.
“kalau tida salah penjualan buku LKS sudah masuk katagori PUNGLI pungutan liar. Diharpkan agar TIM SABER segera turun, jangan cuman duduk santai santai karna lembaga tersebut di danai oleh uang degara, jadi harus bekerja dengan maksimal menirma keluhan masarakat, apa lagi masarakat ini di dolimi oleh oknum mencari keuntungan dengan cara menjual buku LKS yang jelas di larang, pintanya.
Penjualan buku LKS ini bukan hanya terjadi di SDN 1 sampora saj,di SDN 2 dan 3 sampora pun tetjadi adanya penjualan buku LKS, malahan sekecamatan cilimus di curiga ada aktifitas menjualan, tandas beberapa orang tua siswa warga sampora.
Saksikan hasil investigasi tim indoshinju.com dalam mengupas penjualan buku LKS di edisi berikutnya. (DEDE S)


