Tuban indoshinju.com – PT Semen Indonesia Logistik / SILOG yang dulu bernama PT. Varia Usaha oleh pemuda Karang Taruna Desa Socorejo di anggap tidak peduli terhadap keterlibatan tenaga kerja lokal Desa Socorejo , bukan hanya tidak menggunakan Tenaga Kerja Lokal, Manajemen PT. Semen Indonesia Logistik juga di nilai kurang transparan dalam memberikan pengumuman atau informasi.
Ratusan pemuda pemudi Karang Taruna Desa Socorejo pimpinan Mahmudi berunjuk rasa terhadap PT. Silog, selasa ( 03/07/218 ) dengan memblokade jalur utama pendistribusian semen dari jalur Pelabuhan. Dengan di kawal ketat oleh aparat TNI / Polri, unjuk rasa itu berlangsung sekitar 1 jam.

“ PT. Silog dalam Perekrutan tenaga kerja lokal harus jelas dan transparan, dan 50% tenaga kerja wajib harus dari ring 1 Desa Socorejo, adanya PHK sepihak, perusahaan di minta mempertahankan dua pekerja Socorejo, normalisasi sungai harus segera di lakukan, segera memberikan kembali oli bekas kepada nelayan,” papar orator aksi dari kantor Desa Socorejo.
Manajemen PT Silog akhirnya mengajak mediasi di kantor Balai Desa Socorejo dan tercapai kesepakatan ;
1. Membatalkan PHK atas nama Fajar dan mengembalikan Joni di posisi bengkel Tuban.
2. Mengangkat tenaga borongan yang sudah bekerja di PT. Silog menjadi tenaga kontrak.
3. PT. Silog akan segera melakukan normalisasi sungai di selatan perusahaan.
4. Oli akan segera di berikan kembali ke nelayan.
5. PT.VUFa dan PT. Swabina selaku Outsourcing PT. Silog akan transparan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
6. PT. Silog berjanji akan merealisasikan tuntutan pemuda Karang Taruna Desa Socorejo itu dalam waktu 1 bulan. ( AGUS ).


