Bojonegoro indoshinju.com – Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si pada hari Sabtu (25/02/2018) tadi malam sekira pukul 21.00 WIB datangi acara sekaligus sebagai narasumber dalam acara Gathering dan Open Recruitment, di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kota Bojonegoro yang diadakan oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro.
Dalam acara Gathering dan Open Recruitment ini sendiri dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Sabtu hingga Minggu tanggal 24 sampai tanggal 25 Februari 2018 tersebut, Kapolres mengajak para netizen Bojonegoro untuk mendeklarasikan anti hoax untuk menghadapi Pilkada serentak 2018 di Bojonegoro.
Acara yang dibuka pagi hari sebelumnya oleh Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P. bertujuan untuk mengumpulkan pegiat Informasi Teknologi (IT) supaya dapat belajar tentang literasi digital sekaligus untuk penerimaan anggota baru relawan di bidang IT sesuai dengan bidang yang diminati, diantaranya Desain Grafis, Website & Blog, Social Media/Influencer/Buzzer, Fotografer/Videografer, dan Programmer.
Dalam penyampaikan sebagai narasumber, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat bagus dan patut di dukung. Selain itu, Kapolres juga mengatakan bahwa polres Bojonegoro juga mempunyai komunitas Netizen Bojonegoro yang tergabung di dalam satu naungan grup whatsapp.
“Kami juga mempunyai anggota netizen yang tergabung dari berbagai lini, mulai dari gabungan grup facebook dan komunitas-komunitas yang ada di Bojonegoro yang rutin melakukan pertemuan setiap bulannya”, ungkap Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres juga mengatakan bahwa RTIK sebagai mitra Polisi dan menjadi bagian dari netizen Polres Bojonegoro mengajak untuk patroli dunia maya serta jangan ikut-ikutan menyebarkan berita yang sifatnya fitnah, ujaran kebencian bahkan berita yang belum tentu kebenarannya atau Hoax.
“Sebagai netizen, jangan sampai kita menjadi bagian dari terlapor berita hoax dan ikut menyebarkannya”, imbuh Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga menjelaskan tentang program CAS ( Crime Alarm System) yang dimiliki oleh polres Bojonegoro sebagai salah satu inovasi pelayanan publik yang berbasis teknologi.
Dalam penjelasannya, Kapolres menjelaskan bahwa pelaporan yang dilaporkan oleh masyarakat melalui CAS Masyarakat yang dapat diunduh aplikasinya oleh siapun melalui play store dari HP berbasis android akan dimonitor oleh anggota piket jaga selama 1×24 dan langsung diterima oleh seluruh anggota Polres Bojonegoro.
“Laporan yang diadukan oleh masyarakat tidak sampai dalam waktu 5 detik sudah diterima oleh seluruh anggota Polres Bojonegoro melalui HP androidnya masing-masing”, lanjut Kapolres.
Selain penyampaian materi oleh Kapolres, dalam acara tersebut juga disampaikan beberapa materi antara lain materi tentang Sharing Forum Bersama ICT Watch dan Digital Literacy Siber Kreasi Nasional dengan Pemateri Dony Bu (Tenaga Ahli Kementrian Kominfo, Peggiat Lembaga ICT Watch) dan juga materi Peran Nitizen dalam Menjaga Keamanan Pilkada 2018 dengan narasumber Bupati Bojonegoro, Suyoto.
Sekitar 150 peserta yang mengikuti acara tersebut dari pelajar dan juga mahasiswi di Bojonegoro. Dan juga saat pembukaan dihadiri oleh stakeholder, Non Government Organization (NGO), dan juga komunitas. Tidak hanya acara Gathering dan Penerimaan Anggota Relawan, namun juga akan ada kegiatan bakti lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Wedi dan juga Karang Taruna Desa Wedi.
Diakhir acara setelah menjadi narasumber, Kapolres mendapatkan penghargaan dari RTIK atas partisipasi serta dukungan atas terselenggaranya acara yang langsung diserahkan oleh Ketua RTIK Rifaun Na’im.(shinju)

