BOJONEGORO Baca indoshinju.com – Laskar berseri selorejo (LSB) inilah salah satu bentuk kerarifan lokal ada di Bojonegoro khusunya di Desa Selorejo Kecamatan Baureno melalui bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang bersih dan sehat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi aneka produk yang memiliki nilai jual, pemanfaatan sampah menjadi kompos, dan pelatihan bagi ibu rumah tangga dan remaja putri berupa ketrampilan pemanfaatan limbah.
Acara yang dilaksanakan untuk memperingati hari ke 500 aktifitas yang dilakukan oleh komunitas Laskar Berseri Selorejo ini mengambil tema “LIMARATUS – Selorejo Guyub, bersih dan Berbudaya”, acara dilaksanakan di balaidesa selorejo (13/08) dihadiri oleh Bupati Bojonegoro.
Kades Selorejo Iris Setyawan Hadi menyatakan selama 4 tahun jadi kades baru kali ini didatangi kang yoto sehingag bersama warga ini adalah kebahagiaan tersendiri, apalagi dalam acara bertema launching : “Selorejo the sunrise of Bojonegoro”, kali ini dilaksanakan saat warga desa mulai sadar akan keindahan kebersihan, dan pemanfaatan sampah untuk di daur ulang. Melalui komunitas LSB yang terdiri dari SELOXY (Bank Sampah), SELO BUMI (Pengelolaan Sampah Organic) dan SELO CRAFT (Pengelolaan Sampah Non Organic) bermitra dengan BTPN, Masyarakat selorejo ingin desa mereka bersih, nyaman untuk ditinggali dan tentu juga sehat seta meningkat kesejahtraannya.
Kang yoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Makna “ BERSERI” dari Laskar Selorejo Berseri itu bisa berarti harus berseri setiap wajah warganya, bisa juga akronim dari Bersih-Sehat-Indah-Rapi. Selorejo itu berseri harus luar dan dalamnya jadi bukan hanya .
Dalam kesempatan ini pula Kang Yoto mengatakan bahwa manusia itu bisa ketahuan baik atau buruknya terlihat dari pikirannya, perbuatannya juga dari lingkungannya. Kalau lingkungannya bersih, berarti pikirannya bersih. Kalau lingkungannya rapi, berarti orangnya tidak rese dan kalau lingkungannya indah berarti juga hatinya indah.
Ditempat lain butuh nasabah 300 orang perlu 3 tahun, disini 500 nasabah mampu dicapai dalam 500 hari, maka sudah tepat semangatnya “Selorejo the sunrise of Bojonegoro”. Di Selorejo ini sampah bisa dikelola dengan baik, bisa mengubah sampah yang biasanya jadi musibah diubah menjadi berkah.
beliau berharap bukan hanya 500 anggota komunitas ini, tetapai bisa tumbuh menjadi 501, 502, 600 dan seterusnya tiap-tiap harinya, serta agar menjaga terus semangat untuk membawa perubahan kearah yang positif. Lebih-lebih menjadikan Desa Selorejo, desa yang pertama kali desa yang menolak program penaggulangan kemiskinan seperti UPKH, Raskin dll dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang ramah lingkungan.
Oleh karena itu dari Selorejo lah akan muncul sejarah baru masa depan lebih baik melalui pengelolaan lingkungan. Sebantar lagi ada lomba tingkat dunia tentang pengelolaan sampah dunia, sekitar bulan September, Laskar Berseri Selorejo harus berani ikut, karena hidup ini jika kita percaya diri, “jadi maka juga bisa jadi”. Contohnya 10 tahun lalu banyak anak-anak /orang-orang sukses dari Bojonegoro malu mengakui sebagai warga Bojonegoro karena dikenal daerah miskin dan banjir serta pusat pembantu. Tahun 2000 kita termiskin nomer 1 se jawa timur, 2008 nomer 3 sekarang nomer 11 jadi jika ada 10 daerah termiskin di Jawa Timur, Bojonegoro sudah tidak termasuk. Ini bukan semata karena Kang Yoto tapi karena rakyatnya yang mulai percaya diri.
Bojonegoro, 13 Agustus 2017
Kepala Bagian Humas Protokol


