BOJONEGORO – INDOSHINJU.COM –
Saat berkunjung dan hendak menikmati keindahan Jembatan kebanggaaan yang digadang gadang sebagai Ikon Kab. Bojonegoro Awak media ini pada Sabtu 29/12/2018. Secara visual/kasat mata pembangunan Jembatan Sosrodilogo Diduga tidak Efisiensi, tidak Ekonomis dan di Duga pemborosan Anggaran.
Awak Media indoshinju.com sebagai bagian dari kontrol sosial sesuai Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Sebagai bagian kontrol sosial media di tuntut transparasi, publikasikakan dan informasi kegiatan apapun yang ada di masyarakat termasuk salah satunya pembangunan jembatan Sosrodilogo Bojonegoro.

“Dimana di perkirakan ketinggian Abotmen Jembatan Di DUGA lebih tinggi dari pada ketinggian tanggul bengawan solo, secara logika saja tanggul lebih rendah dari pada jembatan, padahal tanggul bengawan solo tidak pernah over toping/meluber sampai saat berita ini di tayangkan. menurut masyarakat Bojonegoro yang Berinisial MR. Pada awak media ini.

Di sesi waktu dan tempat yang berbeda wartawan Media indoshinju.com Berbincang dengan warga Bojonegoro yang berinisial MR.(60) membeberkan, bahwa adanya Dugaaan dan di perkirakan pembangunan jembatan Sosrodilogo tidak Ekonomis, Karena terlalu tinggi, di Duga pemborosan Anggaran, jika di tinjau ketinggian elevasi tanggul bengawan solo dan elevasi Jembatan tersebut.

“Seharusnya tinggi jembatan Cukup sama dengan ketinggian tanggul Bengawan solo.(Abutmen jembatan). atau bisa lebih 5 s/d 10 Cm saja . ia mengatakan Bahwa Dari pihak Perencana harusnya menganalisa dari beberapa faktor di antaranya: secara Tehnik dan sosial Ekonomi, agar tidak terjadi pemborosan Anggara ” Tuturnya. pada awak Media indoshinju.com .(Shinju.isc).

