Tuban – indoshinju.com – Jembatan cincin lama merupakan jembatan rangka baja Callender Hamilton dengan panjang total sekitar 260 meter yang melintas di atas Sungai Bengawan solo ,jembatan tersebut terletak di km,sby 72+240 ruas
Jalan Nasional,yang mempunyai 5 bentang(55+55+55+55+40) dan lebar jembatan 7 meter (belum termasuk trotoar kiri/kanan) dan termasuk dalam jaringan jalan lintas utara Provinsi Jawa Timur yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan.
Hari selasa ,17/4/2018 sekitar pukul 11.00 wib,jembatan cincin lama yang menghubungkan wilayah kabupaten Tuban dan kabupaten Lamongan putus dan mengakibatkan 2 dump truk tronton Varia dan 1 dump truk tronton izuzu giga dan 1 Sepeda Motor yang ada di atasnya ikut jatuh ke bawah.
Kapolres Tuban,Kapolres Lamongan,Dandim Tuban ,Dandim Lamongan,BPBD Tuban dan Lamongan datang ke lokasi kejadian ,dalam kesempatan wawancara Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR,pada Jurnalis menyampaikan ” kejadian yang terjadi hari ini ,pada Selasa,17/4/2018 pukul 11.00 WIB ,kami sedang melakukan evakuasi atas kejadian ambrolnya jembatan yang menghubungkan antara Tuban dan Lamongan,menyebabkan 3 kendaraan berat masuk ke dalam air,sudah di pastikan 1 yang meninggal dunia. korban ringan 5 orang dan satu luka berat. Kami pun setelah koordinasi dengan Polres Lamongan segera melakukan Rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan,dan petugas dari BPBD masih melakukan evakuasi pencarian korban yang mungkin masih terjebak di dalam air ” kata Kapolres Tuban.
Menurut beberapa saksi mata di sebutkan bahwa tidak ada yang tau pasti bagaimana jatuhnya jembatan tersebut,namun dari keterangan – keterangan yang di himpun di lapangan ” jembatan itu tiba tiba ambrol dan kejadiannya singkat sekali ,sedangkan kronologisnya nggak ada yang paham mas.” kata benjol yang di dampingi agus dan imam.
Dalam pantauan Wartawan di lapangan ,Jembatan Cincin yang berusia kurang lebih 36 tahun itu pada tahun 2015 pernah terjadi kerusakan yang mana di lakukan penanganan penyambungan pelat yang putus dengan mesin las.
Sedang pada akhir Oktober Tahun 2017 terjadi kerusakan kembali di titik yang sama dan mengakibatkan turunnya plat lantai sebesar kurang lebih 8,50 cm (trotoar) dan di perkerasan sebesar kurang lebih 7,50 cm (perkerasan ) .
Analisis dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR adalah Baut penghubung badan cross girden lepas/hilang sebanyak 5 buah setiap sisi. Akibat getaran yang terjadi pada jembatan,pelat penyambung flens cross girder bagian bawah terjadi patah/putus ,dengan putusnya pelat penyambung flent cross girden bagian bawah mengakibatkan pelat penyambung flens bagian atas melengkung karena struktur yang dipikul cross girder drop ke bawah.
Dan pada 17 april tahun 2018 ini,sekitar pukul 11.00 WIB Jembatan Cincin yang klasic dan sering di buat tempat mancing oleh warga masyarakat sekitar putus dan menelan korban jiwa.seluruh korban setelah di evakuasi di larikan ke puskesmas terdekat dan di bawa ke RSUD dr.R.KOESMA Tuban. Sampai berita ini di tulis,evakuasi 1 korban jiwa dan tiga Dam Truk belum di lakukan.Karena masih menunggu Mobil Crean dari Tuban.( AGUS ).


