INTERNATIONAL SYMPOSIUM BOJONEGORO RASA KOTA – KOTA RASA DESA

INDOSHINJU.COM – BOJONEGORO – Selasa 27/02 pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Symposium Bojonegoro rasa kota – Kota rasa  Desa di Pendopo Malowopati Bojonegoro.

Dengan mengundang 430 kepala Desa dan kepala kelurahan ,  Camat, kepala sekolah sekabupaten bojonegoro, beserta kepala Rumah sakit yang ada di kab. Bojonegoro.

Penyampai materi dalam acara sympisium . Dr.H Suyoto M.Si, Floria Heinjilman Dipl.ing.(FH, M.Arch. SBA, Daliana, Suryawinata ST. M. Arch.IAI, Ir. Wiwik Tjook. MSc.Selaku moderatornya Ir. Pauline Boedianto Msc.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh  forkopimda, Muspida, Lsm , lembaga swasta, penggiat usaha swasta maupun usaha kecil menengah, juga Goldenline ini dibuat untuk merespon positif karakteristik Bojonegoro sebagai kabupaten di Jawa Timur, dimana kesederhanaan dan kesantaian merupakan kualitas yang unik, dan jarang di dapat di daerah lainya.

Pengalaman yang lebih manusiawi masih mungkinkan menjadi kekayaan yang  diartikan dalam hal-hal yang benar-benar penting (esensial) bagi kehidupan dari pada kekayaan materi.

Kota Bojonegoro memiliki luas 46.38 km2 dengan populasi 90,329 jiwa pada tahun 2013. Kendati biasanya suatu kota di negara dengan perkembangan pesat lndonesia cenderung tumbuh menjadi kota yang generik dengan ekspansi yang tidak terkontrol seperti Jakarta,

Menjadi suatu kebutuhan baru untuk memvisikan perkembangan kota Bojonegoro ke arah kota yang bebas stres, yang menghargai kesantaiankenyamanan  dengan kualitas desa namun dengan infrastruktur dan fasilitas yang maju.

Terdapat 430 desa di kabupaten Bojonegoro, yang mana pertumbuhannya sangat baik,  Hidup di desa bisa jadi lebih disukai dari pada di kota. Seperti diungkapkan oleh Bupati Bojonegoro Dr. H.Suyoto M. Si.

kehidupan di kota dengan suasana desa, dan kehidupan di desa dengan suasana kota, sesuai dengan karakteristik masyarakat Bojonegoro yang sangat mencintai tanah kelahirannya serta kebiasaan bawaan dari orang tua,

Masyarakat bojonegoro lebih kuat  budayanya serta keyakinannya di tambah lagi dengan pendidikan yang memadai kesehatan dan ketrampilan yang siap bekerja, “di harapkan semua kepala desa  dan kepala sekolah sekabupaten bojonegoro sebagai ujung tombak penggerak masyarakat terwujudnya  Bojonegoro Rasa kota –  kota rasa desa,” ungkap kang Yoto

Di dalam acara yang sama  mengatakan Ketika urbanisasi terjadi dengan pesat,  yang kita butuhkan sebenarnya adalah kembali ke desa? Hidup di desa memiliki banyak keuntungan, seperti kualitas udara yang lebih baik, kedekatan dengan alam, gaya hidup yang jauh lebih sehat, dan Iainnya. Jelas kang yoto.

Hanya kita harus di tambah adanya  aksesibilitas, seperti fasilitas umum sesuai standar kota dan transportasi umum.

‎Kalau begitu, lebih sedikit yang perlu diperbaiki di desa dari pada di kota.

Dalam acara tersebut moderator Paulin mengatakan  “Banyak orang kota yang ingin tinggal di kota metropolitan tapi Rasa hutan, seperti di New york tapi  di bojonegoro kita temukan  ada desa rasa kota, dan kota  rasa Dunia”ungkap Paulin.

Acara symposium berjalan dengan lancar  para tamu undangan yang hadir . Menikmati sesi terakhir acara dan di tutup dengan dinyanyikan tembang khas bojonegoro dari kang yoto. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *