Karawang,jabar Indoshinju.com
Sabtu,9/5/2020 Wabah pandemi Virus Covid – 19 atau Virus Corona sangat berdampak luas terhadap sendi – sendi kehidupan manusia di dunia, ada 200 Negara yang terdampak langsung, termasuk Indonesia. Sehingga wabah penyakit yang penularannya begitu cepat ini membuat repot Pemerintah, Indonesia sendiri sampai menyiapkan stimulus Rp 405 triliun, sebesar Rp 110 triliun untuk program perlindungan sosial dan Rp 75 triliun untuk kesehatan. Sementara Rp 150 triliun di alokasikan bagi pemulihan ekonomi dan Rp 70,1 triliun insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR).
Angka tersebut belum termasuk relokasi anggaran setiap daerah seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau Pemerintah Kota (Pemkot). Karena setiap daerah pun sama melakukan relokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk percepatan penanganan pandemi Virus Corona.
Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan saat di temui di kantornya menuturkan ke Indoshinju.com,”Memandang upaya Pemerintah alam penanganan pandemi ini sudah sangat maksimal, tidak hanya upaya penuntasan wabahnya saja, melainkan jaring pengaman terhadap dampak yang di timbulkan, yaitu dampak ekonomi juga sangat di perhatikan. Selain bantuan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) pun menjadi fokus Pemerintah dalam mengamankan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak langsung”.
Lebih lanjut Andri menjelaskan, “Hanya saja yang sangat di sayangkan, untuk di Karawang ada satu program rutin menjelang hari raya Idul Fitri, perihal insentif guru ngaji yang biasa di berikan oleh Pemkab Karawang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk Tahun ini akan di pending sampai pasca Idul Fitri, dengan alasan sedang berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).”,
“Memang di satu sisi PSBB ini menghindarkan masyarakat untuk berkerumun dengan jumlah yang banyak. Tapi di satu sisi, pada saat kondisi perekonomian seperti ini, honor yang nilainya tidak seberapa benar – benar sedang di tunggu oleh para guru ngaji.”, Katanya.
“Saran saya sebaiknya tidak perlu di tunda, bagikan aja. Namun dengan mengedepankan serta mengutamakan protokol kesehatan. Jika sebelum – sebelumnya di bagikan di setiap Kecamatan, yaitu di 30 Kecamatan yang ada di Karawang. Untuk kali ini di bagikan per Desa/per Kelurahan saja untuk menghindari berkerumunnya para penerima dengan jumlah besar, dan tetap menjaga jarak aman.”, Pinta Andri.
“Sekali lagi saya tegaskan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) jangan mengambil kebijakan serta keputusan sendiri, ini terkait nasib hajat hidup orang banyak. Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, uang insentif yang jumlahnya tidak seberapa itu sangat di tunggu oleh para guru ngaji.”, Tegasnya.

“Jangan sampai dengan adanya keputusan Kabag Kesra menunda pencairan insentif guru ngaji, malah menjadi preseden buruk bagi Bupati Karawang. Tentu ini akan menjadikan kekecewaan di kalangan para penerima, hingga berdampak negatif terhadap Bupati selaku pengendali kebijakan.”, Pungkasnya.(Pri ISC).


