Bojonegoro _ Indoshinju.com – Koordinator PLKB Kecamatan Bojonegoro Ida Swasanti yang Di Temui Awak Media ini, di sela sela kesibukannya di kantor Balai KB Kecamatan Bojonegoro. jln. Lettu Soewolo. Lewat media ini Beliau Memberikan informasi dan Pesan pada para Kader Kb, juga Para Pasangan Usia Subur calon Aseptor kb. Khususnya di wilayah kecamatan Bojonegoro.
Mengingat pada tanggal 25-27 juni tahun 2020 di laksanakan Pemasangan Kb di 2 Puskesmas yang ada di kecamatan kota Bojonegoro.Dengan hasil kegiatan samlai dengan tanggal 29 Juni 2020, terdata jumlah akseptor yang menjadi peserta kb di kecamatan Bojonegoro peserta KB IUD sejumlah 13 orang, kemudian peserta KB IMPLAN, sejumlah 62 Suntik 67, Pil 9, kondom 3. Kegiatan ini dalam rangka pencapaian Aseptor di Harganas ke 27 tahun 2020 dengan tema Pelayanan kb Bagi Sejuta Akseptor.
Pada Waktu yang sama, Beliau juga Menyampaikan Bahwa “PUS yang termasuk Akseptor KB yang harus melakukan ulangan, karena jangka Waktunya Habis, mereka harus ber KB lagi, Aseptor KB yang memang belum KB, dan PUS yang 4T terlalu tua yaitu usia 35 tahun keatas ternyata di Bojonegoro masih banyak yang belum Kb dengan alasan mereka sudah usia tua mereka berpikir tidak akan hamil, juga menjadi sasaran program ini. Apalagi Pada Masa pandemi covid 19. Pada masa pandemik ini banyak yang tidaknmelakukan ulangan KB, maka diharapkan pada saat ini berKB.”jelasnya.
Untuk Mencegah terjadi peningkatan kehamilan, dan Resiko, Sehingga sasaran di tujukan pada para pasangan usia subur yang sudah terlalu tua, juga masih terlalu muda, kemudian juga mungkin masih banyak juga yang harus kita pasang ulangan.”. pungkasnya.


Disampaikan juga bahwasanya Koordinator penyuluh KB Kecamatan Bojonegoro melaporkan hasil pelayanan KB dengan Online di Entri melalui Aplikasi, dengan hasil pencapaian langsung terdeteksi oleh Pusat pelayanan KB di Jakarta Pusat.
Meskipun dalam kondisi ini ada keragu-raguan dan ketakutan dari masyarakat untuk datang ke tempat petugas kesehatan pelayanan Kb, intinya Kami tetap bekerja sama dengan Mitra kami yaitu dari dinas kesehatan melalui Puskesmas, untuk tetap memberikan pelayanan apapun bentuk pelayanan KBnya.
Dengan Adanya Pandemi Covid 19, setelah kita melakukan kroscek dj lapangan ternyata banyak akseptor KB yang tidak melakukan atau tidak memakai alat kontrasepsi sehingga dikawatirkan akan terjadi kehamilan.

Pada Hari Keluarga Nasional (Harganas ke-27 tahun 2020) ini kepala BKKBN pusat menyatakan bahwa ayo dengan Harganas ini kita galakkan akseptor aseptor KB, Pasangan usia subur, Yang ada diDaerah Daerah untuk ber-kb apapun pilihannya kita harus melayani sehingga jangan sampai terjadi kehamilan, sudah kena covid tidak ber-kb hanya akan susah semuanya.” Pungkasnya Koordinator penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Bojonegoro menirukan.
“Melalui Kader KB, Kami melakukan kunjungan rumah kita sampaikan dan sosialisasikan alat kontrasepsi, beberapa macam pilihan yang bisa mereka pilih, kita menerima konseling sampai mereka itu menentukan pilihannya sendiri sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan kondisi tubuhnya, kesehatannya, dan yang penting adalah di rencanakan dengan pasangannya, untuk menyetujui tentang alat kontrasepsi yang mereka inginkan”.pesan Ibu Ida Swasanti.

Ida Swasanti juga Menyampaikn Bahwa Ada Inovasi dari DP3AKB (Dinas pemberdayaan perempuan perlindungan Anak dan keluarga Berencana) Kab.Bojonegoro. Aplikasi PUS Alarm system, untuk mengecek data PUS yang ada di tingkat Desa /kelurahan sampaj dengan RT dan RW. Terdata dengan Detail.(ISC.SH).


