Tuban – ndoshinju.com. – Pasca bencana alam yang terjadi menyebabkan warga masyarakat Indonesia banyak yang mengalami kerugian yang cukup besar , apalagi bagi para petani penggarap sawah . (04 – 03 – 2018 ) .
Hal di buktikan pada hari Mingggu Sekitar pukul 15.30 WIB di arus jalan dari pasar Rengel keselatan arah Desa Karangtinoto , tampak air di sebelah barat jalan yang masih tinggi menggenangi lahan sawah petani dan air tersebut adalah air bekas luapan banjir Bengawan Solo , sehinngga menyebabkan petani harus mundur tanamnya , membuat petani khususnya wilayah tersebut menjadi merugi besar . ( 04 – 03 – 2018 ) .
Di karenakan letak infrastruktur tanah yang lebih rendah dari tanggul sungai aliran bantaran Bengawan Solo , menjadikan sawah milik warga Dusun Temulus Desa Sawahan masih penuh dengan air , bahkan perhari ini hampir kurang lebih 10 hari pasca banjir Bengawan Solo masih saja belum surut ,
Banjir Bengawan Solo yang notabenya hampir tiap tahun terjadi menjadikan pemilik lahan sawah tersebut sering mengalami kerugian .
Haris ( 65 th ) pemilik lahan sawah yang masih tergenang air sisa luapan banjir Bengawan Solo mengeluh , mas kita warga Temulus mengeluh yang normalnya satu tahun bisa panen 3 sampek 4 kali cuma bisa panen 2 kali dan Haris juga mengatakan kalau setelah banjir ngene iki mas aku yo ngenteni sak ulan surute banyu sing nandon nang sawahku karo konco konco .
Haris berharap agar Pemerintah bisa lebih perhatian kepada kami dan membangun tanggul atau membantu mengeluarkan air yang mengendap di sawah kami supaya kita bisa sesegera mungkin untuk tanam kembali dan bisa menikmati hasil panen yang melimpah , kata kakek yang sering mengalami gagal panen . ( AGUS ) .


