DUGAAN PENGANIAYAN TERHADAP WARTAWAN, LMPI DAMPINGI PELAPORAN KEPOLRES KUNINGAN

Indoshinju.com Kuningan – kasus dugaan pengganiyayan terhadap salah satu dari wartawan pada hari senin (06 08), dugaan penganiayan dipicu oleh oknum perangkat desa lentera tidak dapat digunakan saat laporan saat komfirmasi dengan kepala Desa Salaka Domas Kecamatan Mandirancan Kuningan Jawa Barat yang berbohon pengeroyokan di duga dilakuian oleh beberapa warga salaka domas.

Kini kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak polres kuningan lantaran  dede selaku wartawan tidak terima dengan perlaku beberap Oknum perangkat desa dan warga desa salaka domas yang sewena wena main hakim sendiri.

 

Di dampingi ormas LMPI ( laskar merah putih indonesia ) Dede resmi melaporkan kepihak kepolisian polres kuningan ujar Iwan Setiawan selaku OKK LMPI kabupaten kuningan (11 08) kepada indoshinju.

 

Ditamahkan Iwan, pihaknya merasa prihatin atas dunia insan pers yang saat ini banyak wartawan sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnakistik mendapat prilaku yang kurang pantas dari oknum oknum yang kurang berkenan atas kehadirannya.

Maka kami selaku anggota LMPI Kuningan akan terus memantau perkembangan kasus dugaan penganiayan pengeroyokan yang menimpa rekan kami dede.

 

Hendra SH selaku anggota LMPI ikut geram atas kejadian yang menimpa rekannya dede pengacara online indoshinju dan cetak ini, dirinya dan LMPI akan terus berbicara dan meluncurkan pihak penegak hukum polres kuningan, diharapkan pihak polres kuningan menjalankan tugasnya sesuai aturan yang ada, jangan sampai dengan Ada kepincanagan, harus sigap dalam memberikan pelayanan kepada publik, jangan ada kesan leha leha, santai santai kaerna bapa ibu penegak hukum ini digajih dari uang rakyat.

Sambung hendra, Pihak LMPI dalam waktu dekat akan mendatangi kapolres kuningan, sehingga kasus-kasus dugaan Penganiayan pengeroyokan terhadap satu kesatuan ini adalah segers cepat di tindak lanjuti. (tim / red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *