SURABAYA _INDOSHINJU.COM _ Sebanyak 25 personil terdiri dari pimpinan dan staff Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel ikuti pelatihan pelayanan publik di Universitas Airlangga.
Pelatihan difokuskan pada bidang pelayanan investasi yang bertujuan agar memiliki pengetahuan dalam meningkatkan investasi.
Materi yang disajikan Lembaga Pengembangan Pelatihan Terpadu Unair dalam pelatihan tersebut cukup inovatif dan menarik.


Direktur LPPT, Dr. Eko Supeno, MSi yang juga menjadi salah satu intruktur menyampaikan teknik layanan modern.
Teknik pelatihan bukan hanya sekedar ceramah, tetapi juga disertai dengan diskusi kasus dan juga menggunakan model outbond. “Metode dengan materi terbaru sangat diperlukan bagi aparat pemerintah agar tidak ketinggalan”, ujar Dr. Eko yang juga dosen di jurusan Administasi Negara FISIP Universitas Airlangga.
Eko Supeno menyampaikan materi tentang Pelayanan Publik, sedang Suko Widodo menyampaikan materi Strategi Komunikasi untuk Menarik Investasi.
Sementara menurut Drs. Joko Wuryanto, MSi, Plt. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Tanah Laut, pelatihan ini dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan masyarakat. “Saat ini terjadi banyak perubahan dalam berbagai hal, termasuk teknologi informasi. Karenanya, aparat sipil negara harus memiliki ketrampilan memadai”.
Sebetulnya menurut Joko Wuryanto, pihaknya telah melakukan penyesuaian dalam berbagai hal. Termasuk sistem layanan di Pemkab Tanah Laut. Namun diakuinya bahwa dengan menimba pengalaman di Universitas Airlangga akan menambah kepercayaan diri bagi aparat. “Yang jelas, SDM yang kami miliki juga perlu mendengar pengetahuan terbaru. Agar kami tak ketinggalan,” ujar pria ramah ini.
Instruktur lain yang terlibat dalam kegiatan pelatihan, Dr. Suko Widodo, MSi dosen pada Jurusan Ilmu Komuikasi menyampaikan materi bertajuk Strategi Menarik dan Merawat Investasi. Dalam penyampaiannya, Suko Widodo yang juga Ketua Humas Unair mendorong agar semua aparat pemerintah menjadi pemasar bagi daerahnya.
“Soal investasi ini bukan urusan Badan Penanaman Modal saja. Tetapi juga merupakan urusan semua aparat Pemkab Tanah Laut”, tuturnya.
Karena itu menurut Suko Widodo, peran pimpinan daerah (bupati) diperlukan dalam mengajak semua aparat untuk terlibat mengembangkan investasi.
Pimpinan peserta pelatihan Drs. Joko Wuryanto, MSi merasa senang berkesempatan membawa staffnya ke Universitas Airlangga. Harapannya, pihaknya akan mendorong kemungkinan dikembangkannya kerjsama dengan Universitas Airlangga di masa depan.


Peserta sangat antusias dan berharap bisa belajar lagi. Selain mengikuti pelatihan, peserta juga meninjau sejumlah kawasan di Surabaya dan Madura.
Suko Widodo juga mengatakan, Belajar ke kampus bagi aparat pemerintah sangat penting. Karena kampus itu kan menyampaikan materi berdasarkan kajian ilmiah. Jadi ilmunya murni. (Debyms/SW)


