Karawang,jabar Indoshinju.com
Jumat,18/09/2020 Di tengah pandemik covid 19,banyak nya proyek pembangunan di sekolah sekolah,mulai dari tingkat SLTA,SLTP,SD,dan PAUD.
Yang sekarang ini sudah mulai di realisasi,dari proyek pekerjaan tersebut ada yang di kerjakan oleh pihak ke 3 atau kontraktual ( Pemborong ).dan ada juga yang di kerjakan swakelola ( panita pembangunan Disatuan pendidikan ).
Seperti hal nya,proyek pelaksanaan pembangunan yang sedang di kerja di SDN SOLOKAN III.Desa Solokan Dusun kenanga dua rt 07 rw 03 Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawabarat.
Proyek pembangunan rehab yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun Anggaran 2020,proyek rehab dengan nilai Rp.317.466.000,untuk rehab 3 ruang kelas yang di kerjakan secara swakelola.
Menurut keterangan Aripin selaku ketua Korwil Ormas GIBAS ( Cinta Damai ) Kecamatan Pakisjaya ketika di temui di ruang kantor nya,prihal kedatangan nya ke proyek pembangunan sekolah mengatakan ke Indoshinju.com,”Kami sebagai ormas dan sekaligus sebagai warga masyarakat Desa Solokan ada hak untuk mengkroscek kaitan pelaksanaan pembangunan yang sedang di kerjakan,yang di duga dalam proses pekerjaan tidak transfaran dan di duga ada indikasi penyimpangan.
Oleh sebab itu berdasarkan hasil investigasiĀ kami di lapangan di duga banyak kejanggalan,seperti RAB ( Rancangan Anggaran Belanja ) yang tidak bisa di perlihatkan publik.
Di katakan nya,coba saja lihat kondisi di lapangan kaitan pekerjaan nya,untuk pasir cor atau pasir pasang menggunakan pasir Arug, ( pasir citarum ) yang memang kadar lumpur lebih tinggi,mesti nya menggunakan pasir yang berkualitas,agar kualitas bangunan lebih baik dan bagus.
Adapun kaitan pemberhentian para pekerja pembangunan kami tidak bermaksud untuk memberhentikan,tetapi kami memohon kepada pihak sekolah untuk bisa memperlihatkan RAB,agar proyek pembangunan rehab SDN solokan III,bisa transfaran dan tidak ada yang di tutup tutupi.ucap nya.
Di tempat terpisah Wahyu S.pd,selaku kepala sekolah SDN.solokan III,ketika di temui di rumah kediaman nya mengatakan,”Sebenar nya awal kami tidak tahu kaitan kedatangan pihak sejumlah ormas yang datang ke sekolah,setelah kami dapat telpon dari atasan kami korwil cambidik,kami bergegas datang ke sekolah,dan memang ada beberapa ormas yang pertanyakan prihal pekerjaan rehab sekolah,dan mempertanyakan kaitan RAB.
Di katakan nya,kami sebagai pihak sekolah tidak bisa memperlihatkan begitu saja,dan untuk menunjukan RAB,adalah hanya orang orang tertentu saja,dan itu pun harus dengan prosedur yang ada,seperti vasilitator,atau team infektorat.
Masih kepsek,kaitan submatrial seperti pembelian atap baja ringan itu yang sub langsung vasilitaor pak Addji,dan kebetulan fasilitator SDN Solokan III,pak Addji tutur nya.
Di tempat terpisah Marudin S.pd selaku komite sekolah SDN solokan III,dan sekaligus bertugas sebagai Sapras ( sarana prasarana ) Korwil cambidik pakisjaya,ketika di temui di ruang kantor mengatakan,”Saya hanya komite dan mitra sekolah,tidak bisa berbuat banyak dan juga tidak ada hak dan wewenang terlalu dalam,dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan rehab sekolah,kami punya pimpinan yaitu korwil,coba nanti saja,saya koordinasi dahulu sama beliau.ucap nya.

Sampai berita muncul,berkenaan dengan pelaksanaan pembangunan rehab sekolah yang sedang berjalan di berhentikan.Drs.Sudirja,M pd selaku korwil cambidik Kecamatan Pakisjaya,belum bisa di temui,dan di mintai keterangan karena ada kesibukan lain,tutupnya (ISC).


