Karawang,jabar Indoshinju.com Minggu,18/7/2021 Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Kabupaten Karawang Jawa Barat yang di kerjakan pihak ke 3 ( tiga ) di duga ada kejanggalan.
Pasalnya saat tim awak media online indoshinju.com pantau di lokasi pekerjaan,sabtu 17 juli 2021 pukul : 21.30 , di duga ada kejanggalan.
Di lokasi pekerjaan tepat nya di kampung Kaliaren Desa Pasirmulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, pihak penyedia jasa yang tidak jelas nama CV nya di duga tidak transparan,karena tidak memampangkan papan proyek dari awal pekerjaan di mulai dari pemadatan sampai pengecoran.
Selain tidak adanya papan proyek, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) bidang jalan tak ada seorangpun yang mewakili dari Dinas PUPR saat mobil redymix ke 1 sampai dengan ke 3 mobil , tidak terlihat adanya pengawas dan dari lab di lokasi malam itu .
Dengan kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang,di duga pekerja tidak mendapat arahan dan petunjuk teknis, sehingga di duga dari pemasangan besi dowel tidak sesuai dengan perencanaan.
Menurut pekerja di lokasi saat awak media online indoshinju.com menanyakan untuk pemasangan besi dowel, pekerja menjelaskan,” Kami pasangkan seadanya besi yang ada di lokasi karena dari pemborongnya juga se banyak ini di bawa,ucap pekerja yang tidak menyebut namanya.
Di duga pekerjaan peningkatan jalan poros Desa ini yang sumber dananya dari APBD I atau provinsi Jawa Barat , dari persiapan pembesian nya tidak maksimal, dowel di lokasi saat di croscek hanya ada 10 rakitan, dan setelah di konfirmasi pekerja merakit menambah nya tapi di duga tidak maksimal, baik itu dari jumlah dowel atau ukuran besi nya juga tidak normatif.
Warga setempat bapak beben juga sebagai tokoh pemuda di lokasi pekerjaan,mempertanyakan ke pelaksana dari pemasangan dowel yang menurut warga tidak sesuai karena pekan kemarin di lanjutan jalan ini pemasangan besinya banyak bahkan per lima meter nya satu dowel , jadi dengan panjang 100m lebih warga tau besinya sampai 20 pasang tapi sekarang lokasi ini tidak maksimal besinya , jelas nya di hadapan tim isc .
Namun pekerja dan mandor satupun tidak ada yang bisa menjelaskan, malah saling melempar nama untuk mempertanggung jawabkannya di lokasi.
Pihak Dinas terkait mesti tegas untuk menegur dan berikan sangsi ke pihak penyedia jasa yang tidak jelas nama CV nya, karena pekerjaan yang menggunakan uang negara sangat di sayangkan kalau pihak kontraktor asal asalan dalam mengerjakannya .( SK/Jo ).


