Bojonegoro – indoshinju.com – Sebagai tuan rumah sepak bola pekan olah raga provinsi (Porprov) juli 2019 mendatang.
Persiapan seleksi pemain yg di awali bulan desember 2018 dan awal januari 2019 untuk pemain terpilih dengan jumlah 26 pemain
Pemain tidak terikat apapun dengan managemen .
Dan pelatih saat itu dipersiapkan oleh pengurus pelatih dari luar kota Bojonegoro
Saat lukman wafi masih menjabat dikonfirmasi oleh awak media bahwa pelatih benar mengambil pelatih Putut wijanarko mantan pemain Persebaya era 1990 an .
“Porprov Bojonegoro target medali emas kata lukman wafi mengatakan kepada awak media.
Setelah itu beberapa bulan kemudian lukman wafi ternyata habis masa jabatannya di koni maka kepala koni lukman wafi digantikan oleh saudara Ali mahmudi mantan sekwan DPRD Bojonegoro.
Sebelum lukman wafi di ganti itu sudah tersusun officel atau pengurus tim sepak bola porprov Bojonegoro antara lain
Manajer :Ali Mahmud
Ass.Manajer: M.Hanafi
Sekertaris: Siti Rokayah
Bendahara:Parlin Wibowo
Pelatih kepala; Putut wijanarko
Ass.Pelatih: Yanuar Andika,
Andik Cahyo dan Ony
Medis: Edi Purwanto
Perlengkapan: Anggi,Nurhakim, Agung Prastyo.
Bahkan semua yg sudah tertata sampai gaji pelatihpun sudah klir tutur lukman wafi kepada awak media
Kegiatan Dilakoni sang pelatih mulai bulan januari 2019 sampai sekarang tutur Lukman wafi
Tetapi saat ini pengurus tim porprov kabar yg diterima awak media bahwa pengurus tidak ada kesingkronan alias tidak sehat
Bahkan sampai sekarangpun tidak ada kekompakan di antata pengurus
Suatu contoh pembagian tugas sesuai poksinya
Maka setiap latihan tim sepak bola porprov di stadion jarang sekali pengurus datang semua untuk melihat tim nya
Yang diharapkan tim,pelatih dan pengurus ada kekompakan dan jangan sampai terjadi geb – geb yg ada didalam pengurusan atau didalam tim tutur salah satu pengurus
Dikonfirmasi lewat telpon genggam salah satu pengurus Bendahara Parlin wibowo oleh awak media tentang kucuran dana untuk porprov sepak bola
“Ya untuk dana sudah cair lewat koni berapa besarnya sy tidak tau tetapi saya sebagai bendahara tidak tau dana itu yang megang siapa ,itupun dana talangan awal saya juga belum dikembalikan sepenuhnya
Sayapun paham karena kucuran dana dari koni belum kesemuanya “.
Kenapa pak parlin mengatakan seperti itu tentang bendahara
” saya selama ini tidak pernah di ajak komunakasi apapun ,
walaupun sesuai poksi saya
jadi untuk perkembangan apapun di manajemen atau perkembangan pemain selama ini saya tidak tau.
Dalam kekompakan manajemen dan tim pun seharusnya dibutuhkan kekompakan kalau ingin maju dan tim nya bisa menggondol target emas tutur nya.
Berarti tidak optimis pak Parlin
“Saya tetap optimis dengan menjuari dan target emas pun terbukti.(Cm.Isc)


