Ujian Calon Perangkat Desa Berlangsung Hari ini

Bojonegoro indoshinju.com –

Yang dinanti nanti akhirnya datang jua, ya hari ini Kamis Tanggal 26 Oktober adalah hari yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Bojonegoro, Karena pada hari ini digelar hajat besar seleksi ujian tulis perangkat desa yang digelar serentak di 28 Kecamatan . Seperti pantauan yang dilakukan humas diwilayah Kecamatan Kalitidu tepatnya di SMAN Kalitidu yang menjadi titik lokasi pelaksanaan ujian tulis perangkat desa.

 

 

 

Camat Kalitidu, Muhlisin Andi Irawan, S.STP ketika dikonfirmasi humas menjelaskan bahwa pelaksaan ujian tulis ini sangat spesial karena melibatkan semua komponen mulai aparat keamanan baik TNI dan Polri, pihak kecamatan bahkan dirinya menerjunkan Kepala Desa dan perangkat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian tulis kali ini.

 

 

Hal ini adalah sebagai bentuk keterlibatan dalam hal keamanan dan semua pihak mengetahui bahwa ujian ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Setelah naskah soal yang dibawa oleh pihak keamanan dan panitia tiba langsung diamankan di salah satu ruangan kemudian semua pengawas di briefing dengan diawasi langsung oleh keamanan, panitia dan pihak-pihak lainnya.

 

 

Dijelaskan untuk Kecamatan Kalitidu jumlah pendaftar sejumlah 320 orang, 3 orang untuk melengkapi berkas administrasi namun sampai batas akhir mereka tak kunjung melengkapi berkas. Sehingga jumlah total yang masuk ditahap selanjutnya sejumlah 317 orang.

 

 

Salah satu peserta ketika di temui humas, Randy Prapastara pria asal Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu ini ikut mendaftar di posisi Kepala Dusun. Dijelaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah punya pekerjaan sebagai salah satu tenaga pendidikan, dan mencoba untuk menjadi perangkat desa dengan mengikuti seleksi perangkat desa. Dikatakan untuk Desa Sumengko ini pendaftar di lowongan kasun sebanyak 5 orang .

 

 

 

Dia berharap untuk mengabdikan diri diwilayahnya sebagai kasun. Terkait banyaknya isu yang berkembang, Randy, memang tidak ingin percaya namun dia sedikit khawatir saja.

 

Hanya saja setelah melihat tanda peserta dia menjadi yakin bahwa pelaksanaan ujin ini jauh lebih baik. Salah satunya adalah dengan penggunaan barcode di nomer peserta.

 

Hanya saja dirinya berharap agar koreksi tidak usah berpindah tempat atau koreksi ditempat. Menurutnya ada kekhawatiran saat lembar jawaban ini nanti dibawa selama perjalanan agar dipastikan keamannanya. Lebih baik jika koreksi dilakukan di tempat.

 

 

Sementara itu Mugi dari Desa Grebegan yang juga mendaftar sebagai kasun menyatakan optimisme dari pihak pemkab dan semua pihak untuk menjaga kejujuran seleksi ini.

 

 

Menurutnya jika dibanding tahun tahun yang lalu test kali ini jauh lebih baik. Salah satunya setiap orang diberikan kesempatan untuk mendaftar dan pengumuman dilaksanakan secara terbuka.

 

 

Mengenai persiapan, Mugi hanya mengulas senyum dan menjawab dirinya akan berusaha sebaik mungkin soal jadi atau tidaknya dia pasrahkan semua kepada Sang Kuasa. “ Belajar sudah, berdoa juga sudah pasrah saja bagaimana baiknya kepada sang maha pengatur “ jawabnya .

Sementara itu berdasarkan pantauan humas di lapangan khususnya di SMAN Kalitidu dari ratusan peserta yang mengikuti ujian tulis tidak hanya didominasi kaum pria akan tetapi banyak pula kaum wanita yang turut ambil bagian mengikuti seleksi perangkat desa ini.

 

 

Tak hanya itu dominasi kaum muda juga tampak, jika biasanya perangkat desa diminati oleh kaum dewasa atau setengah baya namun banyak peserta yang berusia 22 tahun sampai usia 30 tahun.

 

 

Pelaksanaan ujian tes tulis ini digelar serentak di 28 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, untuk mengintensifkan pemantauan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggerakkan seluruh pejabat untuk terjuan langsung memantau pelaksanaan ujian tulis tersebut.

 

Untuk wilayah Kecamatan Kalitidu pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang memantau adalah Kepala Bagian Perekonomian dan Sekretaris Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

 

 

Seluruh peserta hanya diperkenankan membawa alat tulis, sedangkan semua alat komunikasi dan tas di amankan diluar kelas yang dijaga oleh para kepala desa, TNI dan Polri. Para peserta akan mengerjakan kurang lebih 100 soal selama 90 menit. (Kang Bron).

 

Sedangkan untuk koreksi akan dipusatkan di SMT Jalan Raya Sukowati dan bisa di akses di channel resmi live stream youtube atauhttps://www.youtube.com/watch?v=HRXMfs_1NQMmulai pukul 12.00 WIB.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *