Bojonegoro indoshinju.com –
Kamis Wage tanggal 26 Oktober menjadi sejarah tersendiri bagi seluruh masyarakat Bojonegoro, tak hanya bagi mereka yang mengikuti seleksi pengisian perangkat desa namun semua pihak. Tak tanggung tanggung di “gawe gedhe” ini semua ikut menjadi bagian.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selaku tuan rumah benar benar memikirkan segala hal untuk menjamin pelaksanaan seleksi ini se jujur dan transparan .
Pemkab menggandeng pihak Universitas Negeri Semarang untuk pembuatan, pencetakan dan penggandaan .kemudian Tim unnes ini juga akan melakukan koreksi atau scanning lembar jawaban dari masing masing peserta.
Uness menurunkan 34 orang di 28 kecamatan untuk pendampingan langsung, kemudian 15 orang untuk menscanner jawaban dan 5 orang yang melakukan verifikasi berkas dari masing masing kecamatan yang sudah datang di SMT.
Tak hanya itu pada saat pelaksanaan ujian tulis tadi Pemkab menyebar seluruh pejabatnya di titik titik pelaksanaan test seleksi ujian tulis ini.
Para pejabat ini tak sekedar datang namun memantau semua tahapan pelaksanaan mulai distribusi naskah, kemudian kedatangan naskah di lokasi.
Kemudian naskah naskah tersebut dibagi ke masing masing petugas yang akan melakukan pengawasan di setiap lokasi. Untuk keabsahan mereka juga menandatangi berkas acara dan tahapan administrasi lainnya.
Semua pejabat turun langsung dengan membuat laporan di masing masing lokasi mulai pelaksanaan, ketidakhadiran peserta, jumlah peserta dan lain sebagainya.
Jam 10.00 tepat naskah mulai dibawa masuk dan dibagikan ke masing masing peserta dan diberikan waktu 90menit untuk menyelesaikan semua soal. Camat dan muspika juga sudah melaksanakan tugas mulai dini hari mulai kesiapan untuk proses pengambilan naskah di Mapolres.
Camat bahkan melibatkan seluruh kepala desa untuk memantau dan mengikuti pelaksanaan ujian tulis. 90 menit selang berlalu maka soal akan dikumpulkan dan dihitung jumlahnya kemudian dikirim ke SMT sebagai pusat tabulasi.
Camat, muspika dan panitia serta perwakilan 3 orang peserta akan mengirimkan lembar jawaban ini sampai di SMT. Semua proses di lokasi dilakukan secara transparan dengan melibatkan semua komponen.
SMT menjadi saksi bisu bagaimana kerja keras pemkab Bojonegoro dan semua pihak untuk menghasilkan yang terbaik. Chamim Koordinator Kabupaten menjelaskan setelah pelaksanaan ujian tulis, lembar jawaban akan dikirim ke SMT yang mendapatkan pengawalan dari Polres,Koramil, panitia, dan perwakilan 3 orang peserta.
Sesampainya di SMT maka lembar LJK akan diterima oleh pihak Uness di meja penyerahan berkas. Masih disaksikan oleh para pengawal dan pengirim td maka akan di cek untuk memastikan jumlah sama dengan mereka yang mengikuti ujian tulis tadi.
Di titik penerimaan berkas ini, semua berkas akan di cek jumlah kemudian akan di cocokkan dengan jumlah di masing masing peserta di setiap kecamatan. Tahapan verifikasi berkas selesai maka akan memasuki tahapan scanner.
Khamim.menuturkan bahwa sebelumnya peralatan baik hardware maupun software telah diperiksa oleh Dewan TIK Bojonegoro dan ahli IT dari Polres Bojonegoro yang disaksikan oleh Forkopimda dan beberapa anggota DPRD juga hadir menyaksikan pemeriksaan alat.
Khamim menambahkan semua alat ini tidak terkoneks dengan jaringan wifi maupun internet .
Tak hanya itu format scanner tadi juga setelah diperiksa maka ditetapkan dengan kecepatan sedang yakni satu menit mampu mengoreksi 30 LJK .
Pilihan ini berdasarkan pertimbangan bahwa tingkat akurasi lebih terjamin, jd saat membaca LJK setiap arsiran kan beda beda ada yang tebal ada yang kurang.
Dengan pilihan scanner sedang arsiran tipis pun bisa terbaca namun dengan konsekuensi waktu akan lebih lama karena satu menit hanya mampu mengkoreksi 30 LJK.
Sebenarnya ada koreksi yang lebih cepat namun tingkat akurasinya kurang terjamin yakni 1 menit mampu mengkoreksi 60 LJK namun jika arsiran tidak tebal maka sulit terbaca.
Oleh karenanya setelah berdiskusi dengan berbagai pihak maka ditetapkan scanning atau koreksi menggunakan pilihan yang akurasi lebih terjamin.
Hanya saja ada syaratnya yakni jika semua LJK di masing masing kecamatan sudah di cek baik jumlah LJK dengan peserta baru proses scanning bisa dimulai. Kemudian dari hasil tadi akab masuk di data tabulasi, data tabulasi ini ada dua jenis yakni global per kecamatan dan tabulasi terpilah mengetahui hasil di masing masing desa sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan. Khamim menyatakan bahwa yang kita lakukan ini adalah dengan setransparan mungkin .
Karena ada sedemikian banyak harapan dari warga Bojonegoro bahwa pelaksanaan test ini adalah terjamin. Karena ini adalah pertaruhan Bojonegoro mengemban amanah rakyat.
Sigit dari Dewan TIK Bojonegoro menyampaikan rasa bahagia dan bangganya karena dilibatkan dalam pelaksanaan gawe besar pemkab dan rakyat Bojonegoro.
Pihaknya tadi melakukan ricek terhadap semua peralatan yang digunakan baik hadware maupun software. Hadware semua dalam kondisi prima.
Untuk software utamanya aplikasi menurut pihaknya tadi menyarankan agar diubah untuk menjamin keakurasian hasil koreksi. Pihaknya juga menyarankan bahwa semua peralatan agar tidak terkoneksi dengan lingkungan luar baik internet maupun wifi agar tidak terkontaminasi dengan pihak luar, Nanang AH dari Ahli IT Polres Bojonegoro juga menyampaikan hal serupa, setelah pemeriksaan tadi semua peralatan yang digunakan dalam kondisi yang baik.
Wakapolres Bojonegoro turut mengamankan langsung proses koreksi LJK yang berlangsung di SMT Jalan Raya Sukowati Bojonegoro, Dari awal pihaknya siap untuk mengawal proses ini, bahkan mulai proses naskah, penggandaan naskah dan menjemput naskah dari pihak Unnes, kemudian diamankan di mapolres Bojonegoro kemudian bertanggubgjawab mengamankab naskah soal sampai lokasi, pelaksanaan tes, Pengembalian naskah dan LJK, mengawal LJK ke titik koreksi bahkan mengawasi proses koreksi.
Sebelum gawe besar ini pihak polres juga menerjunkan personil untuk memantau dilapangan baik suasana maupun segala hal yang terjadi dilapangan, Wakapolres menuturkan polres Bojonegoro menerjunkan kurang lebih 400 personil.
Kini ketika LJK sudah di koreksi, pekerjaan korps Bhayangkara ini tetap berlanjut yakni biasanya seusai pengumuman akan banyak laporan laporan yang masuk mulai kasus penipuan, kasus merasa adanya kecurangan atau lain sebagainya. Pekerjaan kami masih akan banyak meski pelaksanaan ujian telah selesai. Belum lagi mengamati pasca penetapan perangkat desa yang terpilih atau dinyatakan lolos seleksi.
Aparat Keamanan lain yang turut sibuk adalah korps baju hijau yakni TNI utamanya Kodim 0813 Bojonegoro yang turut mengamankan dalam segala tahapan, ratusan babinsa diterjunkan untuk memantau kondisi wilayah, anggota koramil turut mengawal mulai proses pengambilan naskah, distribusi, dan mengirimkan kembali sampai pengamanan kondisi kamtibmas dilapangan, Sama dengan polisi, TNI akan tetap memantau dan mengamati kondisi dilapangan.
Media di Bojonegoro turut serta ambil bagian memantau semua tahapan pelaksanaan test pengisian perangkat desa yang dilakukan serentak di Bojonegoro. Media menjadi salah satu penyambung lidah dan menjadi pihak yang turut andil. Awak media terlibat utamanya saat proses koreksi LJK yang digelar di GOR SMT Sukowati. Bahkan media tv lokal menyiarkan secara langsung .
Perwakilan peserta yang turut mengawal Nanang Qosim dari Balen yang juga peserta yakin bahwa proses koreksi akan berlangsung dengan baik.
Dirinya menuturkan bahwa soal, soal relatif bisa dikerjakan hanya saja masalah waktu yang dinilai kurang untuk mengerjakan soal sejumlah 100 dalan waktu 90 menit.
Maimun panitia dari Kecamatan Tambakrejo menyampaikan bahwa secara umum berlangsung lancar, aman dan tertib. (Miftah/ Kang Bron)


