Bojonegoro indoshinju.com –
Keluarga berencana adalah program dari pemerintah yang dilaksanakan untuk mengendalikan atau mengontrol jumlah penduduk. Dalam program keluarga berencana setiap keluarga maksimal harus memiliki dua anak. Hal ini agar pertambahan jumlah penduduk dapat dipantau dengan mudah.
Selain itu juga perlu ada pendataan siapa saja yang mengikuti program KB dalam setiap wilayah. Maka dari itu perlu dibuat Rumah Data di setiap desa agar data keluarga berencana dapat terdata dengan baik.
Pada kesempatan kali ini Asisten 1 Bidang Pemerintahan Joko Lukito meresmikan Rumah Data di Kampung KB desa Piyak Kecamatan Kanor. Acara yang diselenggarakan di desa Piyak Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro (9/10) ini juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kanor, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Ketua Dprd, Perwailan Dari BKKBN Kabupaten, Provinsi, Serta Pusat.
Sekcam Kanor Drs Agus Subagyo, MM mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang berkenan menghadiri peresmian rumah data di kampung KB di desa Piyak kecamatan Kanor. Kami merasa tersanjung karena kecamatan kami dipilih untuk meresmikan Rumah data di kampung KB Desa Piyak Kec. Kanor. Kita akan berusa sekuat tenaga untuk dapat mengimplementasikan program KB sebaik mungkin.
Laporan ketua P3AKB Dr. H. Anik Yuliarsih, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan rumah data di kampung KB bertujuan untuk: Pertama meningkatkan sinergitas, keserasian dan keterpaduan antara pengelola program dan mitra kerja dalam penyediaan dan pemanfaatan data di kampung kb, Kedua menyediakan data yang akurat untuk intervensi permasalahan kependudukan, kb dan pembangunan keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor lain di kampung KB, ketiga meningkatkan peran pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, melakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat agar turut berperan serta aktif dalam program pembangunan. Pada Tahun 2017 Ini Telah Terbentuk 28 Kampung KB Setingkat Desa Di 28 Kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro Yang Ditetapkan Dengan SK Bapak Bupati.
Kampung KB Diharapkan Dapat Menjadi Suatu Inovasi Strategis Dalam Penguatan Program KKBPK Dan Pembangunan Sektor Terkait Di Seluruh Tingkatan Wilayah. Kampung KB merupakan suatu langkah implementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/ sasaran yang telah ditetapkan serta untuk memperluas cakupan penggarapan program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Secara umum, keberhasilan Kampung KB sangat dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor utama, yaitu: Pertama komitmen yang kuat dari para pemangku kebijakan di semua tingkatan (kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan),
Kedua intensitas opini publik tentang program KKBPK beserta integrasinya dengan lintas sektor,
Ketiga optimalisasi fasilitasi dan dukungan mitra kerja/ stakeholders,
Keempat semangat dan dedikasi para pengelola program di seluruh tingkatan wilayah serta para petugas lini lapangan KB (PKB/ PLKB, PPKBD DAN SUB PPKBD),
Kelima partisipasi aktif masyarakat. Kampung KB merupakan satu bentuk/ model miniatur pelaksanaan total program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan bersinergi dengan skpd/ lembaga, mitra kerja, stakeholders terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di tingkatan pemerintahan terendah (sesuai prasyarat penentuan lokasi Kampung KB) yaitu desa. Intervensi yang dilakukan harus bersumber dari kebutuhan dan kondisi riil di masyarakat.
Oleh karena itu kami mengembangkan aplikasi e-Kampung KB sebagai alat untuk pengumpulan dan pengolahan data secara online sehingga dihasilkan data yang cepat, tepat dan akurat. Diharapkan semua pihak yang terlibat dapat turut berperan aktif dengan memainkan perannya masing-masing. karena hal ini membutuhkan kerjasama lintas sektor.
Ketua DPRD H. Mitroatin, S.Pd menyampaikan bahwa keberhasilan program Keluarga Berencana adalah peran serta dari para kader. Kami mengapresiasi bahwa kinerja dari BKKBN sudah cukup bagus. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Bojonegoro dalam melaksanakan program KB.
Dulu tugas kita adalah membujuk masyarakat untuk mengikuti KB. Sekarang Tugas kita adalah meningkatkan kualitas para peserta KB. Acara kali ini jangan hanya peresmian saja namun juga harus diimplementasikan dengan baik. Dengan peresmian Kampung KB ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas para masyarakat. Agar nantinya kedepan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan djoko Lukito, S.Sos., MM. dalam hal ini mewakili bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa program kependudukan dan KB dalah investasi jangka panjang.
Di mana harus ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk. Percuma saja pertumbuhan ekonomi tinggi namun pertumbuhan penduduk lebih tinggi. Hal iu tentu saja akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih rendah. Selain itu pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali juga akan berakibat pada, ketersedian lahan yang akan semakin berkurang, layanan kesehatan yang semakin bertambah, jumlah sekolah yang semakin berkurang kapasitas muridnya.
Apa yang sudah dicanangkan ini sebenarnya sudah sesuai dengan Nawacita ke 3 dimana Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Hal ini sesuai karena dengan membangun desa berarti kita telah ikut membangun daerah pinggiran agar bisa maju dan berkembang.
Selain itu juga sesuai dengan program nawacita ke 5 dimana Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019. Hal ini sejalan dengan program yang dicanangkan dari BKKBN dimana tidak hanya untuk mengendalikan jumlah penduduk saja, akan tetapi juga meningkatkan kualitas masyarakat dalam mengahadapi dunia kompetisi.
Direktur Analis Dampak Kependudukan BKKBN Pusat Dra. Hitima Wardhani, MPH menyampaikan bahwa dalam kaitannya dengan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, peran serta masyarakat dalam program menjadi bagian yang sangat penting untuk dilakukan. Masalah utama kependudukan Indonesia terletak pada besarnya jumlah penduduk dan kualitas yang belum memadahi.
Sehingga diperlukan pendataan yang terstruktur dalam pendataan kependudukan. Pencatatan dan pengumpulan data tersebut sangat diperlukan karena data kependudukan menjadi dasar dari pengambilan keputusan dalam pembangunan secara keseluruhan, khususnya pembangunan di kampung KB.
Kampung KB merupakan salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan seperti program KKBPK, Kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan lainnya. kampung KB itu merupakan milik masyarakat dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga memiliki ketahanan dan kesejahteraan lebih baik.
Berkaitan dengan itu maka Rumah Data Kependudukan atau yang biasa disingkat Rumah Dataku dibentuk sebagai modal pemanfaatan data kependudukan yang berbasis masyarakat untuk intervensi program pembangunan di kampung KB.
Rumah Dataku adalah rumah yang berfungsi sebagai basis data dan informasi serta pusat intervensi pembangunan, mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan untuk intervensi program KKBPK dan program sektoral di tingkat mikro. Rumah dataku hadir sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat sadar data.
Rumah dataku pada daarnya dibentuk untuk meningkatkan tata kelola data, terutama dilevel mikro, desa atau kampung terutama data terkait kependudukan, KB dan pembangunan keluarga, sehingga data tersebut dapat terintegrasi dengan sumber data lain, dan dimanfaatkan untuk intervensi program pembangunan. Diharapkan kualitas data akan semakin baik, karena data tersebut dikumpulkan dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat[] (KANG BRON)


