Seorang Pria Didesa Malingmati Nekat Gantung Diri

Bojonegoro-indoshinju.com –

akhir-akhir ini Kembali lagi Terjadi Seorang Warga Asal Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo mengakhiri Hidupnya dengan cara Gantung diri.(2/10/2017).

 

 

Jasad Mustajab Seorang Warga Yang tinggal di Dusun Kedungadem,RT 15/03 Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, nekat gantung diri akibat Depresi penyakit Jiwanya Hingga Tahunan tak kunjung sembuh.

 

 

Kronologi ini terjadi di rumah Warno(Mertua Korban) pada pukul 05.00 Wib. keluarga korban melaporkan kejadian ini perangkat desa Malingmati pada pukul 05.30 Wib.

 

 

Keterangan dari keluarga / istri korban, korban sudah lama mengalami sakit depresi / gangguan jiwa menahun, dan terkadang penyakit depresinya kambuh, dan sudah pernah di lakukan pengobatan di RS jiwa kalitidu dengan didampingi perawat kesehatan Bpk FANDOLI ( perawat desa Malingmati ).

 

 

Adapun kronologi kejadian tersebut, sesuai Pengakuan Sang mertua yaitu, istri korban bangun tidur selanjutnya mencari korban yang sebelumnya korban tidur di ruang rumah belakang, dengan menggelar layar/tikar, pada saat dicari sama istri korban tidak ditemukan,

 

selanjutnya istri korban mencari lagi dan menuju kamar rumah depan dan menemukan korban sudah tergantung di usuk atap rumah dengan menggunakan tali rafia warna biru, selanjutnya istri korban memberitahu orang tua ( mertua perempuan korban ) kemudian mertua korban memberitahu suaminnya yang sedang tidur di rumah anaknya( posisi rumah di depan rumahnya ).

 

 

 

Kemudian diteruskan ke perangkat desa dan warga sekitar melaporkan ke Kepala Desa Malingmati Sunarto dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa dan Piket Jaga Polsek tambakrejo, tak lama kemudian petugas jaga datang ke TKP melakukan olah TKP ( di temukan posisi korban masih tergantung di usuk rumah dengan menggunakan tali rafiah warna biru dan menggunkan celana pendek tanpa kaos dengan posisi korban menghadap ke timur dan dari hasil pemeriksaan tenaga medis tidak di ketemukan tanda-tanda kekerasan / penganiayaan pada tubuh korban,

 

Dan tidak terdapat luka – luka,selanjutnya dari keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dari tenaga medis dengan keterangan keluarga tidak menuntut kepada pihak siapapun dan sudah ihklas menerima atas kejadian tersebut karena sudah merupakan takdir dari yang maha kuasa.(CIPTO M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *