Sebuah Catatan 17 Juli 2016 Di Kota Bima NTB

Oleh: Siti Hawa, Pimred indoshinju.com.

BIMA NTB (indoshinju.com) – Kota Bima, adalah sebuah daerah khusus Kota Madya Dati II Bima, di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dikelilingi lautan dan Tanjung yang menjulur ke lautan dengan deretan pegunungan yang membentang.

Pasir putih nan elok, hasil bumi yang beragam, mulai dari hasil palawija pertanian, peternakan juga pertambangan serta hasil lautnya.

Kota Bima yang terkenal dengan hasil mutiara dan kain tenunnya, sungguh kota Bima adalah memiliki kekayaan alam yang sangat berpotensial untuk di kembangkan
Di promosikan sebagai daerah tujuan Wisata Nasional bahkan Internasional.

Dalam perjalanan singkat Putri asal Bima ini banyak menjumpai keindahan alam, hiruk pikuk masyarakat Bima yg melakukan aktifitas sesuai dengan profesi masing-masing, para petani yang pada saat itu sedang panen Bawang Merah, kedelai, jagung, dan pada saat itu hujan berturut turut selama seminggu.

“karena cuaca tidak menentu banyak petani yang mengeluh saat panen tidak bisa leluasa dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasannya untuk mengeringkan hasil pertanian tentunya mau gimana lagi ini kuasa Tuhan”. Ungkap Syagaf (42), sebagai tokoh masyarakat yang berperan aktif di Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima NTB.

Perjalanan wisata ke pegunungan yang tinggi Indah nan elok membuat mata tidak berkedip untuk memandang hati tenang terasa teresapi angin segar pegunungan air terjun dan bebatuan yang bertengger besar di tepian sungai sungai yang bermata air bening bak kristal, kicauan burung burung serta sesekali di jumpai monyet Hutan yang lewat,

Meskipun demikian eloknya Wilayah kecamatan Belo Kabupataen Bima sudah menjadi tujuan Wisata, sangat di sayangkan jika wisatawa banyak yang mengeluh karena kurangnya fasilitas sebagai penunjang kegiatan wisata.

Salah satu contohnya adalah segi Infrastruktur yang sangat tidak memadai, seperti akses masuk menuju wisata Air terjun BOMBO NCERA.

Lokasi indah ini tidak ada penunjang wisata lain.

Di Embung Ncera, seperti adanya fasilitas perahu untuk mengelilingi sekitar Embung, penjaja makanan khas Bima atau warung penyediaan makanan siap saji, serta Pemandu Wisata,dimana semua kegiatan ini berkaitan langsung dengan Dinas Pariwisata kota Bima.

Kota Bima ” kapan di poles lebih indah dan bermanfaat bagi masyarakat Bima ?”. Sebuah pertanyaan mendasar dari warga Bima yang sangat mencintai daerah kelahirannya. (Sh/isc)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *