SDN 1 Rawagempol Kulon Ambruk Saat Acara KKG, Deni Firdaus Ketua Ormas BNP Karawang : Salah Satu Potret Buruk Dunia Pendidikan

Karawang,jabar Indoshinju.com Rabu,16/28/2022 Sekolah Dasar Negeri di karawang lagi-lagi ambruk,dikarenakan lama sudah tidak dilakukan perbaikan. Tepatnya di SDN Rawagempol Kulon 1 Desa Rawa gempol kulon kecamatan Cilamaya Wetan kabupaten Karawang.

Ketua ormas BNP Karawang,Deni Firdaus mengatakan,” Ambruknya gedung sekolah SDN 1 Rawa gempol kulon ini,di akibatkan sudah rapuh bangunannya,hasil investigasi kami,ketemu dengan pihak sekolah,bangunan yang ambruk ini di rehab pada Tahun 2010 dan pihak sekolah sudah beberapa pernah mengajukan kembali rehab kelas ke Pemda (Pemerintah Daerah) melalui Dinas Pendidikan pada Tahun 2015 – 2016 sampai dengan 2021 dan pengajuan itu sampai hari ini tidak di realisasi,sampai terjadinya ambruk kata dari pihak sekolah,”kata Deni.

Menurut kami,buruknya penanganan pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang sehingga menganggu kegiatan belajar mengajar yang dapat menurunkan kualitas mutu Pendidikan bagi anak didik.

Ini salah satu potret buruk dunia pendidikan di kabupaten Karawang,seharus nya pemerintah lebih fokus ke dunia pendidikan ini.

Dalam hal mencerdaskan anak bangsa,kami mengharapkan kepada pemerintah pusat,provinsi dan daerah untuk benar benar memperhatikan fasilitas di bidang pendidikan.Bangsa Indonesia harus cerdas,salam BNP, ucap ketua Ormas BNP Karawang.

Kepala sekolah SDN 1 Rawagempol kulon Tarim mengatakan, ambruknya gedung sekolah disaksikan oleh Korwilcamdik, Pengawas Pembina, serta sejumlah guru yang lain karena sedang dilangsungkan kegiatan KKG guru.

“Iya lagi KKG. Waktu Korwilcamdik selesai sambutan, terdengar suara retakan keras hingga akhirnya ambruk bagian atap seketika. Ya yang pembinaan berhamburan keluar, ” kata Tarim kemarin (15/2).

Tiga rombel dulunya di huni kelas 4, 5 dan 6. Namun rombel tersebut sudah dua tahun tidak di pakai untuk kegiatan belajar dikarena sudah menghawatirkan kondisinya. Ketika pandemi, PTM dilangsungkan dengan menggunakan dua shift, namun ketika PTM suka ada siswa lalu lalang di gedung tersebutlah. Beruntungnya kata Tarim, tidak ada siswa guru maupun masyarakat yang melintas saat kejadian terjadi.

“Hanya berdurasi 5 menitan, bangunan yang semula terdengar suara (kreket, kreket) itu langsung ambruk saat kita tengah pembinaan KKG, “tutupnya.(Pri/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *