KUNINGAN Baca indoshinju.com – Pemerintah Pusat sangat Peduli dengan Dunia Pendidikan Sehingga Pada Tahun 2017 Pemerintah Pusat Melalui Anggaran APBN Mengucurkan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Yang disalurkan Kesetiap Provinsi, kabupaten Kota.
Salah satu penerima Dana Alokasi khusus itu adalah SMPN 2 ciberem kabupaten kuningan jawa barat, dalam pelaksanaan rehab gedung itu, smpn 2 ciberem menerima DAK Rp 166.164.000.
Dana DAK tersebut untuk merenovasi/rehabilitas 2 (dua) ruang kelas, namun dalam pengerjaan 2 unit ruang kelas diduga tidak sesuai Rencana anggaran biaya (RAB) .
Dugaan penyimpangan dapat di lihat pada pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan rehab hanya mengganti atap baja ringan dengan polume keseluruhan 258 meter, harga permeter 160 ribu, jadi untuk biyaya atap baja ringan hanya menghabiskan Rp 41.280.000.
Seorang pekerja pemasang baja ringan memgatakan, saya pemasang baja ringan sesua RAB dengan polume keseluruhan 258 meter, dengan harga 160 ribu permeter.
penggantian satu set kusen dan pintu, ditaksir mengabisakan biyaya Rp 1.000.000.
Selanjutnya tinggal penggantian Pelapon dan GRC serta pengecetan ding ding.
untuk pembelian kayu pelapon, GRC, cat, paku, ditaksir menghabiskan biyaya kurang lebih sekitar 20 jutaan.
Maka ditaksir ada kelebihan anggaran yang tidak terserap kurang lebih 100 jutaan
Saat konfirmasi (22 08) terkait pelaksanaan gegiatan rehabilitas hingga diduga ada kelebihan anggaran tidak terserap sekitar 100 jutaan.
Toto salah seorang guru smpn 2 ciberem mengatakan, yang saya tau hanya penggantian atap baja ringan, satu set kusen dan pintu, untuk selanjutnya masalah biyaya dan yang lainnya kurang tau, kepala sekolah samud spd mpd sedang umroh besok saja tanya kepada pa samsu spd wakasek sarana persarana, karna tugas saya hanyalah menerima tamu dari awak media
Namun ke’esokan harinya samsu selaku wakasek sarana tidak mau dikonfirmasi, malah menyerahkan kepada guru toto sebagai penerima tamu awak media.
Iyang SH MH salah satu aktifis di kuningan mengeluarkan tanggapannya, pelaksanaan rehabilitas smpn 2 ciberem dari program DAK sebesar Rp 166.164.000 terindikasi kuat ada penyalaha gunaan, diduga kuat kental di korupsi.
Sudah sepantasnya pihak tipikor kuningan jangan tutup mata segera melakukan lidik, kalau memang ada bukti melakukan tindak pidana korupsi segera proses secara hukum yang berlaku.
Reporter : DEDE S


