Bojonegoro _ Indoshinju.com _ Pada 19/Mei 2026 Berlangsung Rapat Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro membahas terkait Pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2026, Rapat Di hadiri oleh Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, bersama Ka.Dinas Kesehatan beserta sekdins serta semua Kepala bidang, Direktur RSUD soesodoro jati koesumo Direktur RSUD Sumberejo Direktur RSUD Padangan Direktur RSUD kepoh baru.
Rapat Komisi C Membahas Terkait progres pelaksanaan program dan kegiatan APBD tahun 2026 Dengan Mitra kerja dari dinas kesehatan.

Di sampaikan oleh pimpinan Rapat H.Ahmad Supriyanto dari beberapa poin yang menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut, “Kita dari Komisi C ingin tau terkait progres Pelaksanaan Apbd tahun 2026 Berapa,”
“Terkait Serapan anggaran Di setiap RSUD di kabupaten Bojonegoro yang di sampaikan dalam forum rapat Yakni sudah mencapai kisaran 29%”. Ucapnya Singkat.
“Dari Beberapa poin pembahasan Tentang layanan kesehatan, di setiap RSUD, terkait Status Puskesmas Tanjungharjo, Status Rumah Sakit Kalitidu yang rencananya mau di buat Rumah sakit Uncologi, Dengan Memiliki layanan Unggulan, Tentang Rencana Pelaksanaan Opening RSUD Temayang,”Ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati, Menyampaikan terkait dengan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro Secara umum Mencapai 99,95% bahkan sempat 102%, dari Dinas kesehatan terus melakukan verifikasi validasi data match, Terkait dengan penghapusan data penerima Bpjs dari Kemensos, Dinas Kesehatan kabupaten Bojonegoro langsung daftarkan kementor kabupaten Bojonegoro di bulan Februari itu dinonaktifkan 53.000 kemudian mengambil data dari UHC dari pernyataan non aktif ini maka BPJS langsung, dengan Harapan kalau ada yang sakit masyarakat bisa langsung daftar langsung bisa ditanggung oleh Bpjs, 86% terverifikasi dengan empat pelayanan yaitu BPJS Dinas sosial Dukcapil Bojonegoro gunanya agar di ketahui Apakah yang bersangkutan masih ada atau masih hidup/pindah / meninggal dunia.” Ucapnya.
“Dan Masih terus menjadi prioritas kami terkait Penangan Stunting 12% yang mana sebelumnya 22% termasuk gizi kurang semuanya dengan meningkatkan pemberian PMT”.Jelasnya.
Terkait perbaikan Layanan yang Mana Termasuk Prioritas, kehadiran secara offline dan Online, ” bagi masyarakat Bojonegoro masih Trending dengan Offiline, dengan alasan mereka masih merasa Lebih gampang dan Bisa Bercengkerama langsung dengan petugas kesehatan admisi.
Sehingga prosentase kunjungan Online baik dari Wasiat maupun dari MJKN terjadi 53, 24%. Di pantau setiap saat melalui Portal informasi Faskes. Contoh di RSUD Padangan Yang mencapai Angka 53,21 dengan Waktu tunggu pelayan tercatat rata rata 2 jam 27 detik, dengan estimasi 3′ 5 jam perkunjungan.” jelasnya.
Ada juga sistim Manual yakni CRO. Memberikan tiket secara manual dan memastikan pasien Tetap bisa mendapatkan layanan di masing masing poli yang di harapkan” jelasnya.
Masih dalam forum, Pimpinan rapat mengatakan Bahwa “Setiap rapat-rapat kerja kita akan mengambil kesimpulan terus kita laporkan kepada pimpinan dan kemudian akan menjadi rekomendasi akan dikirim ke kepala daerah, apa yang kita diskusikan hari ini bisa membawa manfaat maslahat kepada masyarakat Bojonegoro khususnya untuk urusan kesehatan agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik lagi, di sampaikan banyak terimakasih atas nama pimpinan dan seluruh anggota komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro.”Achmad Supriyanto.(SH).

