Bojonegoro indoshinju.com – Minggu (21-01-2018) Suasana berbeda yang terjadi di kantor pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Bojonegoro, sebagai petugas yang selalu siap siaga dalam berbagai bencana alam yang terjadi disekitar kita namun kali ini mereka para petugas bisa berbaur dengan anak-anak usia Roudhotul Atfal (RA).
Para petugas dengan semangat memberikan pengenalan pencegahan dini kebakaran pada anak-anak RA Nurul Ummah 01 Desa Kauman Baureno, dari berbagai hal peralatan dan juga tata cara memadamkan api juga cara pencegahannya, dalam simulasi tersebut tidak hanya di ikuti siswanya saja namun wali murid yang ikut mengantarkan anak-anaknya juga sangat antusias untuk belajar turutama pencegahan kebakaran yang disebabkan kebocoran tabung gas LPG.
Sebagaimana yang dituturkan oleh koordinator pemateri Bpk. Murdani (39) beliau berpesan kepada anak-anak jangan pernah bermain api karena api kalau kecil sahabat tapi kalau besar musuh bebuyutan, dan kalau terjadi kebocoran tabung LPG segera dibawa ketempat terbuka biayar tidak terjadi gumpalan gas yang bisa menyebabkan ledakan, kemudian langkah awal setelah dibawa ketempat terbuka bisa melepaskan regulator, bila masih terjadi kebocoran bisa mengambil benda yang bisa dibuat menekan kunci pada tabuang gas tersebut setelah itu dilepaskan apabila dirasa sudah tidak bocor,
disamping itu juga disampaikan bila memadamkan api ringan selain menggunakan apar juga bisa menggunakan karung atau kain yang dibasahi dengan ditutupkan pada sumber api ringan tersebut, namun apabila api itu besar segera menghubungi petugas di pos-pos terdekat atau bisa melalui call senter 113.
Ditempat yang sama Bpk. Sofiyan (50 thn) selaku koordinator jaga menyampaikan agar berhati-hati dan waspada terhadap api, dan beliau berharap dengan adanya pembelajaran dan pengenalan pencegahan dini pada kebakaran bisa bermanfaan untuk anak-anak dan wali murid khususnya dan umumnya pada masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
Disamping itu kepala RA Nurul Ummah 01 Kauman Baureno Faridatus Sholihah, S.Pd.Aud (30thn) berharap dengan adanya pembelajaran yang diagendakan setiap tahun ini bisa menjadi motifasi belajar pada anak didiknya dalam tugas-tugas pemadam kebakaran disamping itu juga bisa menggali keperibadian anak dan bisa memahami pentingnya pencegahan dini pada bencana alam khususnya kebakaran. (Agus Pra.)
