Jakarta – Indoshinju.com
Pemakaman (Alm) Pebi Islamia ( 19 ) putri dari RN yang dilakuakan secara Protokoler Covid -19 terjadi 1/6/20. dengan penyakit flek di Paru – Paru yang sudah dideritanya selama +-3 (tiga bulan ) alm sempat di semayamkan dirumah duka Kavling DKI Pondok kelapa jakarta timur.
Menurut keterangan dari pihak keluarga Sebelum ( alm) Pebi menghembuskan nafas ibu Almarhumah membawa ke klinik Husada, merasa tidak puas lalu dibawa ke RS Harum dan di nyatakan telah meninggal. dgn dibuatkan surat kematian dan dipersilahkan jenazah dibawa pulang sekitar pukul 22.00 wib.
Sebelum jenazah dibawa pulang pihak keluarga melapor ke ketua RT 01 untuk meminta ijin dgn membawa surat – surat hasil rekam medis dan hasil rontgen serta surat kematian yg dikeluarkan oleh pihak RS. Harum setelah di ijinkan lalu jenazah dibawa pulang.
Dalam beberapa jam kemudian sekitar pukul 01.30.dini hari ada kedatangan Tim dari puskesmas kec Duren sawit jakarta timur untuk mengambil Sample Swab dan berbarengan dg kedatangan Tim Protokoler Covid – 19 yg berpakaian APD. keluarga kaget dan tidak tau perintah dari mana.”Ungkapnya.
Tim Protokoler Langsung memasukan jenazah kedalam peti seperti layaknya penangan korban covid – 19 dan sempat ditanya pihak keluarga mau dibawa kemana
Lantas dari pihak puskesmas menjawab nanti besok dipulangkan lagi jenazahnya.
Ternyata apa yg dijanjikan oleh pihak Puskesmas tidak ditepati, pihak keluarga semakin panik, terpukul dan syok apalagi mendengar kabar bahwa alm dimakamkan secara protokoler dan melebihi ketentuan waktu hingga lebih kurang 12 jam. tidak sesuai SOP protokol covid – 19 yg sudah ditentukan.
Keesokan hari nya tgl 02 juni 20 ada salah satu ketua RT mengunggah foto pengambilan jenazah oleh protokoler covid yg diunggah di Group Whatsapp RW dan membuat tulisan “PENANGANAN KORBAN COVID- 19 RT 01 RW 04 PONDOK KELAPA”.
Yang menyedihkan dan membuat keluarga merasa malu rumah duka disemprot dan disiram pakai mobil Damkar seakan alm positif covid.sehingga mengundang kerumunan warga.seharusnya kalau memang pihak puskesmas mengkhawatirkan ada suspect covid, kenapa keluarga dan orang2 yg pernah berinteraksi langsung dg alm tidak disarankan dan diperingatkan untuk karantina mandiri.
Setelah beberapa minggu kemudian hasil swab dinyatakan negatif, lantas wartawan menanyakan kepihak RS Harum untuk Klarifikasi.dan bertemu dokter Nova Bag pelayanan medis, mengatakan bahwa jenazah sudah dilakukan Skrining PE.
Sebelumnya keluarga sempat menunggu selama lebih kurang 2 minggu untuk mendapatkan hasil swab dr puskesmas. akhirnya pihak keluarga menanyakan melalui telpon dan dijanjikan nanti diberitahu sekitar pukul 12.00.Dan dengan melalui WhastApp dikirim berupa foto lembaran surat hasil SWAB yg dinyatakan negatif itupun belum ditandatangani oleh kepala LAB kesehatan DKI. Jakarta.
Dalam waktu yang sama langsung wartawan minta konfirmasi kepala puskesmas dokter Rita beserta dokter2 lain nya yg hadir dan mengatakan SWAB yg dilakukan terhadap jenazah Febi berdasarkan (DOA) yang ada disurat kematian dari RS Harum “Jelasnya
Sempat berbicara dari pihak puskesmas akan membantu dan berusaha memindakan pemakaman tersebut kepemakaman umum karna hasil swab negatif sesuai tuntutan dari pihak keluarga (Alm) Pebi mhn dipindakan pemakamannya dan pemulihan nama baik keluarga dan keluarga saat ini mengalami tekanan Psikologis.

Selanjutnya wartawan mendatangi kantor kelurahan pondok kelapa bertemu ibu lurah Siska Leonita dan menyampaikan tuntutan pihak keluarga untuk pemindahan makam ke pemakaman umum. Lurah menyarankan supaya pihak keluarga membuat kronologis kejadian dan tuntutan dari pihak keluaraga.”Tegasnya.
Dalam hal ini pihak keluarga akan menempuh jalur hukum ” Tutupnya ( Syam).


