Jakarta indoshinju.com – Minggu 19/11/2017 Sesiuai informasi dan aduan serta Kenyataan dari hasil pantauan di lapangan oleh anggota tim pemantau keuangan negara di wilayah kab. Nabire kepada kemandan PKN.
Guru honor yang standby ditempat ngajarnya jauh di pelosok, masih tega di rampok hasil jerih payahnya oleh kepala sekolah tempat ia mengabdi, dengan adanya potongan bayaran.
Dimana adanya dugaan kepala sekolah melaporkan laporan palsu dan kuat dugaan telah membayar seseorang untuk membuat Laporan tersebut.
Di ketahui juga bahwa Masih ada pungutan pada masing masing siswa, yang di tarik seperti pembelian perlengkapan kebersihan sekolah : seperti sapu ijuk, pewangi ruangan, serotan sampah, tempat sampah, sampul buku, sapu lidi, pembersih debu (sulak)
Padahal di ketahui ruangan tersebut tak ber-ac dan tak berkeramik, ember, kain lap, itu di belanjakan terserah guru tersebut. Di Sesuaikan dengan kebutuhan pribadi dirumahnya.
Laporan pkn sebagai pembuka pintu bagi polres, “kita harapkan polres bisa mengembangkan kasus ini sampai akar akar ya dan sampai ke pengadilan”jelas komandan PKN Patar S.
Saat dikonfirmasi melalui transaksi elekteonik/Wa oleh wartawan media indoshinju.com Komandan PKN Patar S. Menjelaskan bahwa bukan hanya di kab. Tertentu saja, anggota PKN .tapi anggota PKN sudah ada di setiap kabupaten di seluruh indonesia.
“Bagi setiap kabupaten Seluruh indonesia sudah pasti menunggu giliran untuk di laporkan hasil pantauan anggota Tim PKN . Seperti kabupaten Aceh , lampung, papua dll. sudah di proses , tunggu giliran selanjutnya untuk Prov. Jatim terutama Wilayah kerja ketua koordinator tim jawa timur Hawa PKN Kab. Bojonegoro”jelasnya (Shinju/Red)


