Pengelola sampah Pasar Rengasdengklok Kewalahan, Andri : Penanganan Sampah Tidak Lepas Dari Kebijakan Anggaran

Karawang,jabar Indoshinju.com

Minggu 5/4/2020 Di tengah – tengah mewabahnya virus Covid – 19, atau yang lebih di kenal virus Corona yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini, bahkan persoalan ini tidak hanya menjadi masalah Indonesia saja. Melainkan ada ratusan Negara lainnya yang sedang berjibaku melawan wabah.

Di luar persoalan wabah virus Covid 19, Karawang juga harus menghadapi darurat sampah. Sebelum wabah virus membuat sibuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, polemik masalah sampah sudah menjadi perhatian khusus masyarakat.

Seperti yang di utarakan mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang sebagai pengelola sampah pasar Rengasdengklok, H. Lili Sajili mengutarakan. Pihak sampai saat ini masih berusaha keras untuk optimal menangani persoalan sampah di Rengasdengklok dan sekitarnya. Walau pun menurutnya sampai saat ini belum bisa optimal, karena di sebabkan oleh beberapa faktor.

“Selain persoalan armada pengangkut sampah yang sudah kurang produktif, karena kendaraan – kendaraan pengangkut sampah sering kali mengalami kerusakan. Kendala selanjutnya adalah persoalan pembatasan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM), yakni solar. Jika biasanya armada pengangkut sampah beroperasi 2 rit, untuk Tahun 2020 sekarang hanya 1 rit.”, Katanya.

“Walau begitu, saya tetap berupaya untuk sampah di Rengasdengklok, khususnya pasar, agar tetap bisa di angkut sampai 2 rit. Pasalnya, jika hanya 1 rit, tidak bisa di bayangkan, seperti apa tumpukan sampah yang menggunung dan berserakan.”, Ujarnya.

“Kita tetap berusaha mengantisipasi terjadinya tumpukan sampah dengan berbagai macam upaya. Memang kalau bicara kesulitan, saat ini merupakan masa – masa sulit. Ketika kondisi anggaran untuk bidang kebersihan di kurangi, produksi sampah terus meningkat. Sementara untuk pendapatan retribusi dari kalangan pedagang pasar pun menurun, karena persoalan wabah Corona ini secara otomatis sangat berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat.”, Ungkapnya.

“Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat saya bersama tim untuk terus berupaya menangani sampah. Sebagai mitra kerja DLHK Karawang, tentunya saya harus dapat mengamankan kebijakan serta nama baik DLHK Karawang dan Bupati. Apa pun caranya, persoalan sampah di Rengasdengklok harus dapat kami tangani, walau pun harus memutar kepala mengantisipasi keterbatasan anggaran.”, Tuturnya.

Di tempat dan waktu berbeda, pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan mengatakan. “Masalah sampah di Karawang tidak terlepas dari persoalan kebijakan anggaran. Untuk menangani sampah yang semakin hari semakin banyak ini di perlukan dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan operasional penanganan sampah. Kita semua tahu, anggaran untuk bidang sampah di DLHK Karawang semakin kesini semakin kecil saja.”, Ulasnya.

“Masyarakat juga harus fair, tidak bisa kita menyelahkan sepenuhnya pada DLHK Karawang sebagai leading sektor. Dalam persoalan kebijakan anggaran, bukan menjadi kewenangan penuh DLHK. Tapi ada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Banggar DPRD) Karawang.”, Pintanya.

“Mungkin saja, bahkan sangat di mungkinkan, kalau DLHK mengajukan atau memintanya sesuai dengan kebutuhan. Tapi apa lah daya jika dalam proses pembahasan antara TAPD dan Banggar tidak ACC?”, Yakinnya.

“Namun lagi – lagi, TAPD dan Banggar ketika tidak ACC, bukan berarti mengabaikan persoalan sampah. Tetapi anggarannya tidak cukup, karena yang namanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus di bagi untuk prioritas lainnya juga?”, Ucapnya.

“Untuk itu saya menyarankan kepada TAPD dan Banggar, pengalaman Tahun 2020 ini harus di jadikan pelajaran untuk Tahun – Tahun Anggaran selanjutnya. Meski pun masih banyak prioritas anggaran lainnya, saya harap untuk sampah harus menjadi prioritas utama, karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat.”, Pungkasnya.(Pri ISC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *