Karawang, jabar Indoshinju.com Senin, 10/1/2022 Statement salah seorang anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang yang merupakan mitra kerja dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi dan mempunyai tugas pokok melaksanakan fungsi penunjang urusan Pemerintahaan Bidang Keuangan aspek Pendapatan Daerah, meliputi Perencanaan dan Pengembangan, Pendapatan I, Pendapatan II serta Pembinaan dan Pengendalian mendapat respon dari pemerhati politik dan pemerintahan.
Andri Kurniawan menganggap apa yang disampaikan oleh salah satu anggota Komisi II DPRD Karawang itu terlalu berlebihan. Dikatakannya, “Perhitungan dan target keinginan dari salah seorang anggota Komisi II untuk mencapai 2 Triliun itu sah – sah saja. Tapi harus konsisten lah, jangan ketika awal begini menekankan target berdasarkan hasil hitung – hitungan. Nantinya ketika target dirasa berat oleh Bapenda, dan Bapenda meminta turun target, malah setuju,” Senin, (10/1/2022).
Ditambahkannya, “Hal seperti itu kan bentuk ketidak konsistenan. Seharusnya Komisi II bersepakat untuk tetap bersikukuh pada target yang sejak awal ditargetkan oleh Bapenda, bukan malah diberikan dispensasi untuk turun target. Ya meski pun konsekuensinya hak Upah Pungut (UP) atau insentif pajak untuk pegawai Bapenda tidak akan diberikan, karena target tidak tercapai,”
“Dengan adanya statement soal atensinya yang meminta agar Bapenda bisa memaksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD), apa lagi sampai 2 Triliun, itu kan sama seperti halnya istilah menepuk air yang memercik ke muka sendiri. Kecuali kalau Komisi II pada Tahun – Tahun sebelumnya konsisten bersikukuh tidak setuju dan sepakat atas permintaan turun target,” Tegas Andri.
Diungkapkannya, “Untuk harapan dan tujuan yang diungkapkannya, saya sangat apresiasi. Karena memang potensi PAD di Karawang sangat besar sekali, dan amat disayangkan kalau sampai tidak tergali serta terserap secara maksimal,”
“Tapi itu tadi, yang dibutuhkan sekarang ini, konsistensi Komisi II untuk tidak sepakat dan menyetujui permohonan turun target dari Bapenda. Kalau tidak bisa konsisten, sebaiknya tidak perlu bicara target diawal, sampai mengatensi Bapenda segala. Malu ditonton rakyat,” Ketusnya.
“Tinggal kita lihat dan pantau saja, untuk Tahun 2022 kali ini, berapa yang ditargetkan? Kemudian, ada atau tidaknya ditengah jalan pembahasan antara Bapenda dengan Komisi II untuk menurunkan target? Akan kami pantau,” Ujar Andri.
“Yang tidak kalah lucu, soal apresiasi Dedi Rustandi perihal pencapaian target Bapenda yang melebihi 100%. Logikanya, ya bisa jadi melebihi 100%, jelas – jelas diturunkan kok target pendapatannya dari target awal,” Pungkasnya.(Pri/Red).


