Penandatangan MoU antara Bupati dan Kapolres Bojonegoro

BOJONEGORO indoshinju.comKapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro melakukan Memorndum Of Understanding (MoU) dengan Bupati Bojonegoro, Doktor H Suyoto,MSi terkait pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa, Selasa(21/11) 2017 pagi tadi.

Kegiatan yang dihelat di Pendopo Malwopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini dihadiri ratusan orang yang terdiri dari babinkamtibmas, Babinsa, Kapolsek, Komandan Kodim, Kepala Desa dan Camat di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam acara ini dilakukan penandatangan antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan pihak eskternal dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Bojonegoro.

 

Kemudian penandatangan MoU antara Bupati dan Kapolres Bojonegoro.
Kapolres Bojonegoro dalam kesempatan ini menyampaikan pada hari ini, Kapolda Jawa Timur akan melakukan lawatan di Kabupaten Bojonegoro, karena Babinkamtibas Panjunan Kecamatan Kalitidu mendapatkan penghargaan dari Kapolda Jatim .

 

Sebelumnya babinkamtibmas Kecamatan Kanor juga mendapatkan penghargaan dari Kapolri Republik Indonesia. Pada tanggal 28 Nopember Polres Bojonegoro ditunjuk untuk mewakili Polda Jatim di Polri Bojonegoro.

 

Yang telah berhasil membina generasi muda untuk patuh berlalu lintas dengan media wayang yang terbuat dari kertas bekas.

MoU hari ini ada dua hal penting untuk memberikan pengawasan dan penelitian rekrutmen anggota Polri salah satunya keabsahan ijasah mulai jenjang terendah. Karenanya dimohon bantuan untuk memfilter dan menyaring dengan 3 pilar kambtimas. Menyiapkan bibit unggul yang sudah dipersiapkan sekarang.

 

Kapolres menyampaikan bahwa nanti akan ada pelatihan dari polres untuk persiapan bintara polri dan Akpol. Anak anak dibangku SMA yang memiliki potensi agar diipantau dan dibina. Mulai sekarang untuk mencari anak anak yang berpotensi dan berprestasi untuk difilter apakah mendaftar polisi atau tentara. Kedua adalah MoU untuk melakukan pengawasan Dana Desa, untuk memberikan pemahaman pengawasan dana desa.

 

Yang bertanggung jawab nanti adalah kepala desa dan perangkat desa. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana kualitas pengelola dana desa perangkat desa agar cermat dalam mengelola dana desa, jika ada potensi kecurangan atau kerugian negara maka akan diproses.

Kapolres menyayangkan jika ada aparat desa atau kepala desa yang menjadi korban, karenanya jangan bermain main dalam mengelola dana desa.kapolres menyebutkan beberapa Kepala Desa yang sudah diproses oleh Kejaksaan.

 

Dalam kesempatan ini Kapolres mengingatkan para Camat jangan ada apapun dalam pelantikan perangkat desa. Saat ini sudah era digital, masyarakat kini mengawasi kinerja pemerintahan dalam semua lini.Karenanya harus bekerjasama, apalagi hal hal yang bersifat menyimpang agar tidak dilakukan.

 

Sangat disayangkan apabila kita tidak melakukan amanah dengan baik. Polres membuka diri siap menjadi konsultan yang solutif. Anggaran ADD bukan untuk kepentingan pribadi, namun harus diingatkan bahwa amanah rakyat. Diakhir sambutannya Kapolres sekali lagi mengingatkan bahwa pihaknya adalah pendamping sekaligus konsultan yang solutif.

Bupati Bojonegoro, doktor H Suyoto menyampaikan pertama memberikan apresiasi hari ini peryama bagaimana menyiapkan masa depan bangsa dengan rekrutmen TNI dan Polri yang makin akuntabel.

 

Menurut Bupati rekrutmen perangkat desa kemarin bisa dikatakan 95 persen bagus,karena itu adalah keinginan dan amanah dari rakyat. Dimana masyarakat desa punya harapan dan percaya, untuk menjadi perangkat desa bukan mengandalkan uang namun kepintaran dan kebaikannya. Seperti MoU hari ini untuk jadi TNI dan Polri tidak mengandalkan uang namun mengandalkan kemampuannya. Saat ini era telah berubah , era kita ini adalah era milenial, siapa yang cepat merespon maka akan survive bangsanya.

 

Kompetisi menjadi hal penting yang harus dipikirkan. Diera millenial ini pola pemikiran anak anak sekarang trendnya adalah penting sebuah akses. Jika generasi X dan Old pandangan bahwa mapan adalah memiliki pekerjaan tetap, memiliki rumah dan mobil. Namun generasi millenial ini pola pikir mereka tidak demikian, yakni kemudahan akses bukan lagi masalah eksitensi yang diukur dari rumah atau mobil.

Karenanya untuk menghadapi era millenial ini maka semua harus berubah mulai guru dan aparatnya serta perangkatnya harus berubah seiring dengan perkembangan jaman. Oleh karenanya Bupati menyambut baik digelarnya acara ini. Cara yang paling bagus adalah bukan kaget yakni dengan menyiapkan acara seperti pagi ini, ini adalah bentuk kesiapan kita menghadirkan masa depan yang lebih baik.

 

Ini adalah cara kita hadir dengan rakyat..yang ketiga adalah pencegahan dan pengawasan penggunaan dana desa, bukan mencari salah namun dalam rangka belajar bareng jangan sampai ada yang salah. Pemkab telah membuat lima perda jika mempedomani maka akan terhindar salah satunya perbub GDSC, Perbub pedoman penyusunan APBDes,laporan kinerja pemerintah desa, pelibatan wali amanah desa dan yang terakhir adalah adanya Perbub OGP.

Dalam kesempatan ini Bupati mengintruksikan jika ada yang menerima uang untuk membantu seleksi perangkat desa kemarin agar dikembalikan. Terkait sinau bareng tata cara pengelolaan keuangan dalam rangka pembinaan dan pengawasan agar sama sama belajar bersama dan jika ada masalah agar dikonsultasikan jangan memutuskan sendiri.
Bojonegoro, 21 Nopember 2017(SHINJU/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *