Pemkab Bojonegoro, Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Segera Mengadakan Pelatihan Pengolahan Sampah Dari Dapur MBG

Bojonegoro – Indoshinju.com
Pada 03-Oktober 2025. Pansus 4 DPRD kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja komisi D terkait pengelolaan sampah yang ada di Dapur MBG
Rapat berlangsung di ruang komisi D Dprd Bojonegoro, di Pimpinan
Rapat kerja Pansus tersebut di pimpin oleh Amin Thohari SH.MH. bersama Anggota pansus, kepala dinas Lingkungan hidup Luluk Alifah bersama jajaranya.

gbr.1 gmbr.2 gmbr. 3

Bacaan Lainnya

Rapat kerja Pansus tersebut di pimpin oleh Amin Thohari SH.MH. di hadiri oleh Anggota pansus, kepala dinas Lingkungan hidup Luluk Alifah bersama jajaranya.

Pimpinan Rapat Amin Thohari menyampaikan Terkait pelaksanaan Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bahwa perkembangan dapur di Bojonegoro cukup luar biasa, oleh karena ini adalah program nasional. tentu harus diimbangi dengan dinas setempat.”Ucapnya.

Masih pada kesempatan yang sama ia mengatakan pada Awak media ini
“Kami menyampaikan kepada Dinas lingkungan Hidup supaya segera melakukan kegiatan beberapa hal diantaranya:

“Yaitu tentang tata kelola sampah yang ada di dapur-dapur, supaya tidak menimbulkan pencemaran yang ada di dapur-dapur yang sedang melakukan kegiatan MBG,” Ucapnya.

“Maka perlu dilakukan pelatihan pelatihan atau Sosialisasi, supaya pemilik dapur itu bisa membedakan mana itu sampah organik mana itu sampah yang bisa dikelola maupun sampai yang tidak bisa dikelol, jadi tentu kita melihat perkembangan perkembangannya”, Tambahnya.

Pada forum rapat Tersebut Kepala Dinas Lingkungan hidup Luluk Alifah, Menyampaikan Bahwa

“Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bojonegoro direkomendasikan oleh Dprd, Agar Dinas Lingkungan hidup segera melaksanakan pelatihan dan sosialisasi kepada pemilik mitra SPPG, sama pengelolanya, ada kegiatan kur sehingga nanti pelatihannya ini untuk meminimalisir sampah yang ada.”Jelasnya.

“Jadi mulai dari proses sudah harus dipilah mana sampah organik, mana sampah non organik , sampah organik nanti diolah lagi menjadi pupuk , yang non organik punya nilai ekonomi,

Namun rekomendasinya tidak semua mitra maupun pengelola dapur itu paham terkait itu, dan Dinas lingkungan Hidup akan segera menjalankan rekomendasi dari hasil rapat, Segera Kita tindaklanjuti” Tambahnya.

untuk mengolah sampah dari program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Salah satunya dengan menyiapkan kerja sama, pelatihan, dan sosialisasi terhadap mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Kerja sama ini guna menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah maupun limbah yang dihasilkan dapur MBG.

“Sampah merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Dikhawatirkan jika semakin banyak dapur MBG di Bojonegoro akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” kata Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah. (SH).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *