SURABAYA indoshinju.com – Pasca demokrasi yang di gulirkan para mahasiswa dengan harapan bangsa ini, bisa menuju ke arah yang lebih baik, ternyata tidak seindah yang di bayangkan baik tatanan exsekutif dan legislatif, bisa dikatakan jauh dari harapan,
ini terbukti dengan masih banyak ditangkapnya sejumlah Kepala Daerah yang ditangkap kpk. tentu berbagai kejadian yang menimpa negeri ini membuat prihatin masyarakat dan aktivis tidak terkecuali sejumlah kalangan akademis.
Salah satunya dari Sekretaris LPBNU Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Dr Edi kepada awak media ini mengatakan,menurutnya, harus ada pembenahan system dari segala hal,terutama dalam hal system pemilunya yang bisa dikatakan salah. Di UUD 1945 pemilu adalah system perwakilan.
Bukan system pemilihan one man one vote. Pemilunya saja korup, tiap suara di kapitalisasi Rp 50 rebong hingga 500 rebong. Serentak pula. Dan tak ada yang berdaya mencegah korupsi Pemilu atau Pilkada.
Kok berharap dari pemilu korup lahir pemimpin tak korup? Itu doa yang aneh. Doa yang jungkir, ekspektasi yang menunggu keajaiban. Korupsi atau tidak, bukan keajaiban bro.
Bukan pekerjaan syetan,
Itu hasil dari system yang korup.
Kalau syetan sebabnya, kata Ali Said, yang kita butuhkan mendatangkan kyai, pengusir syetan. Stop pemilu langsung itu, kembali ke system perwakilan, dijamin syetannya tinggal dihitung dengan jari terang djoko edhi. [Colis]


