BOJONEGORO _ INDOSHINJU.COM – Sabtu 25 Mei 2019 di Halaman masjid At Taqwa kelurahan Mojokampung tempat berlangsungnya Festival Oklik Terlihat sangat meriah dan semarak di ikuti peserta mulai dari Siswa SDN sampai para muda.
Acara yang di hadiri oleh kepala kelurahan Mojokampung, Babinsa, Babinkantibmas , tokoh masyarakat serta Warga mojokampung dan warga sekitarnya .

Kepala kelurahan Mojokampung kecamatan Bojonegoro Bapak Toni Kusbianto sangat mengapresiasi kegiatan yang di adakan di Wilayahnya, dimana para Kaula muda Mojokampung mengekspresikan kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosialnya yang membangun dan positifnya bagi mereka maupun lingkungannya. seperti kegiatan pada malam hari ini FESTIVAL OKLIK Yang berlangsung di Halaman Masjid At-Taqwa jl. Kiyai Mojo Bojonegoro.

Dengan di ikuti oleh lebih dari 20 peserta festival oklik di mana kali ini bukan hanya di ikuti oleh peserta dari Kelurahan Mojokampung tapi juga di ikuti oleh berbagai peserta yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan, kecamatan yang berbeda, bahkan ada peserta yang berasal dari Kab. Tuban jawa timur.

Kegiatan Festival Oklik ini terselenggara dari kesungguhan Panitia Remaja Masjid At-Taqwa Mojokampung dibawah Binaan Bapak Abdul Farid, dan panitia pelaksana kegiatan Remaja aktif Kharisma Defani dan Weely Thinarha dan kawan kawan.


Festival Oklik di Kelurahan Mojokampung telah di laksanakan 2 kali dengan ini, kali pertama pada th 2018 dan ini kali kedua th 2019.
dan terlihat sangat meriah dan ramai , Bagi warga setempat merupakan Hiburan yang mendidik dan bernilai Religius.

Pada Acara yang sama bapak kepala kelurahan Mojokampung menyampaikan pada Awak media ini, bahwa tujuan dari festival ini adalah
“untuk lebih meningkatkan dan menunjang pelestaria kebudayaaan meningkatkan kearifan serta cinta pada budaya Lokal, dan mengurangi pengaruh budaya Luar, yang mungkin
akan melunturkan nilai religius dan tradisi, dimana kegiatan ini sangat positif bagi generasi muda Terutama para remaja masjid , supaya lebih terarah di bidang pemberdayaan nilai nilai buadaya lokal dan warisan para leluhur, kelestarianya supaya tetap terjaga. ” Tutur Bapak Toni, pada awak media ini.(Shinju.isc)


