Bojonegoro _ Indoshinju.com Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro pada hari selasa tanggal 9 februari 2021 telah kedatangan tamu dari desa ledok yang mengatasnamakan paguyupan pengusaha tahu ledok. Kedatangannya melaporkan keluh kesah pengusaha tahu.
Sally selaku ketua komisi B tersebut menyambut kedatangan tamu yang boleh di bilang masih masyarakat Bojonegoro sendiri. Ini bukti bahwa perwakilan suara rakyat di pemerintah selaku anggota DPRD ada perhatian.
Dalam aduan paguyupan pedagang tahu dan tempe menyampaikan segala keluh kesah tentang harga kedelai yang sampai sekarang harganya melonjak. Sehingga para pedagang merasa keberatan.
Dalam aduan tersebut sally menanyakan harga kedelai yang melonjak tersebut apakah kedelai lojal atau kedelai import? Namun para paguyupan tersebut menjawab kalau mereka semua memakai kedelai import. hal itu di lakukan karena kedelai lokal stoknya sangat terbatas.
Dengan demikian dari dinas perdagangan menjawab terkait aduan para pedagang. Jadi kedelai import tersebut harganya memang sudah di atur oleh pemerintah. Sementara untuk kedelai lokal para petani belum panen dan bahkan masih ada yang belum tanam kedelai. Paea petani menanam kedelai karena hanya sekali panen dalam setahun.
Namun demikian sally berharap kepasa dinas perdagangan dan pertanian agar bisa saling kontrol di lapangan. Dinas pertanian harus bisa mengontrol bagaimana para petani bisa menanam kedelai. Begitu juga dengan Dinas perdagangan mengontrol tentang hatga kedelai.
Para paguyupan juga menambahkan bahwa memang sampai hingga sekarang masih produksi. Namun kalau pihak pedagang hanya bertahan terus, Yang di takutkan paranpedang gulung tikar dan pengangguran di Bojonegoro makin bertambah pungkasnya.(Ed.ISC).

