Karawang,jabar Indoshinju.com Minggu,25/12/2022 Kurangnya pengawasan dari dinas terkait terhadap pembangunan proyek yang saat ini sedang berjalan berdampak buruk terhadap kwalitas bangunan, hal ini yang terjadi pada kegiatan Normalisasi SS Agem desa Cibuaya, dikerjakan asal jadi diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa pengawasan dan terkesan ada pembiaran dari pihak Dinas PUPR Karawang, bagian SDA.
Pekerjaan proyek turap saluran air terlihat di kerjakan terburu-buru sehingga hasilnya tidak maksimal. Adapun Galian Pondasi sangat minim ( dangkal) langsung dilakukan pemasangan batu belah kuat dugaan penataan saluran dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan di sinyalir bermain curang.
Menurut A (Inisial) warga setempat menyayangkan kegiatan pengerjaan turap tersebut sangat memprihatinkan karena dikerjakan asal jadi, dari adukan campuran semen dan pasir tidak sesuai dan kwalitas pasir juga asal asalan. Selanjutnya untuk galian pondasi diduga tidak maksimal,maaf ya pa,setahu saya lembar pondasi 40 cm atau bisa lebih sampai 50 cm, soalnya ketinggian nya lebih dari satu meter,coba lihat saja lebar pondasi nya cuman segituh, paling juga ada berapa cm saja, ucapnya disela-sela kesibukannya yang sedang menikmati secangkir kopi.
A,menambahkan seharusnya galian pondasi 40-50 cm,setahu saya pa, masyarakat awam dan hal ini yang sangat di sayangkan kerena bangunan tidak akan bertahan lama.
Proyek Normalisasi SS Agem Desa Cibuaya yang bersumber dari APBD 2022 Kabupaten Karawang yang dikerjakan oleh CV.KARYA GEMILANG dengan nilai kontrak Rp.188.871.000.00 Dengan pelaksanaan 45 hari kalender sesuai yang tertera pada papan proyek.
Ditempat yang sama, pekerja saat ditanyakan lebar pondasi yang diduga kurang maksimal, pekerja hanya diam dan meninggalkan awak media yang sedang konfirmasi terkait pekerjaan Normalisasi SS Agem.
Dari hasil investigasi awak media di lapangan,panjang : 187,50 M, tinggi : 1,40 M dan diduga lebar pondasi tidak sesuai spesifikasi yang ada di RAB (Rencana Anggaran Biaya), dan di temukan banyak kejanggalan dalam pembangunan proyek turap yang berlokasi di Desa Cibuaya.Kurang nya pengawasan dari dinas PUPR,hingga rentan kurang maksimal nya pembangunan yang di kerjakan pelaksana di lapangan.
Hal ini menjadi pertanyaan masyarakat yang terkesan terburu buru tanpa mempertimbangkan kwalitas demi meraup keuntungan yang sangat besar.
Masyarakat berharap pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Karawang lebih ketat dan turun kelapangan untuk meninjau proyek-proyek yang sedang berjalan.
Sampai berita ini naik dimeja redaksi, pihak Dinas Pupr Karawang belum bisa dikonfirmasi dan entah siapa yang bertanggung jawab dalam hal pekerjaan Normalisasi SS Agem Desa Cibuaya ini.(H.H).


