MAQOM SUNAN GESENG ATAU EYANG CAKRAJAYA SEMANDING TUBAN

Tuban (indoshinju.com) –  juma’t 9 februari 2018
Sunan Geseng, atau sering pula disebut Eyang Cakrajaya, adalah murid Sunan Kalijogo. Ia adalah keturunan Imam Jafar ash-Shodiq, dengan nasab:

Sunan Geseng bin Husain bin al-Wahdi bin Hasan bin Askar bin Muhammad bin Husein bin Askib bin Mohammad Wahid bin Hasan bin Asir bin ‘Al bin Ahmad bin Mosrir bin Jazar bin Musa bin Hajr bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali.

Menurut hikayat, pada suatu saat ia mengikuti anjuran Sunan Kalijaga untuk mengasingkan diri di suatu hutan untuk konsentrasi beribadah kepada Alloh.

Di tengah lelakunya itu, hutan tersebut terbakar, tetapi ia tidak mau menghentikan tapanya, sesuai pesan sang guru untuk jangan memutus ibadah, apapun yang terjadi, sampai sang guru datang menjenguknya.

Demikianlah, ketika kebakaran berhenti dan Sunan Kalijogo datang menjenguknya, dia dapati Cakrajaya telah menghitam hangus, meskipun tetap sehat wal afiat.

Maka digelarilah ia dengan Sunan Geseng, Maqom yang berada dihutan yang sekelilingnya tumbuh pohon jati yang umurnya sudah puluhan tahun tidak pernah sepi pengunjung untuk ziaroh, apalagi pada malam jumat legi,ujar cak man yang sudah bertahun tahun dilokasi maqom tersebut.

Saat jurnalis isc menemui salah satu pengunjung bahwa ziaroh kemaqom geseng tidak ada tujuan khusus hanya ingin bertawasul kepada waliyulloh, mendekatkan diri pada sang kholik dan tadabbur alam sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaanNYA.(isc.red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *