Kuatir Terkena Rudal, Warga Surabaya Tour Holyland Tertahan Di Yordania Mohon Segera Dipulangkan

 

Jurnalis: Deby MS
Redasi: Indoshinju.com

Surabaya, Rabu, 4 Maret 2026, 160 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Yordania meminta pemerintah segera mengambil langkah evakuasi. Mereka mengalami tekanan psikologis karena keamanan yang tidak menentu di kawasan itu.

Dwie Winarsih, salah satu peserta tur mengatakan kondisi Yordania saat ini cukup mengganggu, terutama bagi rombongan yang didominasi lansia.

Salam, saat ini di Yordania dilintasi rudal dan airspace yang cukup mengganggu psikologis kami. Apalagi peserta grup kami banyak orang tua dan sudah membutuhkan obat tertentu di keseharian mereka,” ujar Dwie, Rabu (4/3/2026).

Kemarin saya ditelepon KBRI Amman dengan Pak Nur Ibrahim. Disampaikan bahwa KBRI tidak berkapasitas melakukan evakuasi terhadap kami. Dibutuhkan perintah pemerintah pusat mengeluarkan instruksi evakuasi, baru KBRI bisa lakukan pengaturan dan itu juga tidak bisa cepat,” kata Dwie.

Saya tidak begitu paham pertimbangan pemerintah apakah evakuasi bersifat preventif atau reaktif. Tapi kami berharap langkah preventif yang dilakukan. Evakuasi kami selagi bisa dan belum jatuh korban,” katanya.

Bangun pagi kami dengar suara dentuman diiringi dengan sirine ambulans. Sepertinya kalau lebih lama lagi akan sangat berpengaruh ke psikologis kami semua,” ungkapnya.

Kami khawatir seperti Sabtu lalu, di hari Sabat bagi umat Yahudi, serangan-serangan dilancarkan. Jika terjadi lagi, pastinya akan lebih parah dari sebelumnya,” ujar Dwie.

Dwie mengatakan total WNI yang masih berada di Yordania dan berkomunikasi dalam kelompoknya berjumlah sekitar 160 orang. Mereka merupakan peserta tur ziarah Holyland sejak 20 Februari 2026 bersama agen perjalanan Renata Tour.

Kami sedang tur ziarah Holyland sejak 20 Februari dengan Renata Tour. Kami peserta,” jelas Dwie

Pihak tur telah mengupayakan kepulangan, namun kondisi penerbangan belum memungkinkan. Maskapai yang digunakan rombongan tersebut adalah Emirates.

“Tour mengusahakan kepulangan kami, tapi situasi tidak memungkinkan. Warga negara lain sudah dijemput oleh pesawat negaranya. Kami berharap pemerintah Indonesia bisa evakuasi kami sebelum situasi lebih buruk dan jatuh korban,” kata Dwie

“Kami bukan WNI yang tinggal di Yordania. Makin lama di sini tentu membutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari. Ada keluarga yang khawatir di tanah air dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya

Dwie dan semua peserta tur berharap dukungan media agar pemerintah segera mengambil langkah evakuasi sebelum situasi semakin memburuk.

“Jadi kami mohon bantuan teman-teman media untuk menyuarakan agar pemerintah mengambil langkah preventif dan melakukan evakuasi terhadap kami sebelum kami jadi korban,” tegasnya.(Deby MS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *