BOJONEGORO – INDOSHINJU.COM – Dalam rapat Badan anggaran DPRD 23/11/2018 dengan Tim Anggaran Pemkab Bojonegoro yang dipimpin oleh pj Sekda, Yayan Rohman ini ada suasana lain, hal dengan hadirnya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah ikut dalam rapat kerja tersebut. Banyak anggota mengapresiasi atas kehadiran bupati perempuan pertama kali di Bojonegoro.

Rapat membahas soal RAPBD 2019 ini disampaikan oleh ketua Tim Anggaran bahwa APBD Bojonegoro di tahun 2019 direncanakan Pendapatan daerah Rp. 4.630.852.530.880,16 sedangkan belanja daerah Rp. 4.793.717.841.980,16 sehingga terjadi defisit Rp. 162.865.311.100,00.

Sedangkan Buapati Anna Muawanah menjelaskan terkait permintaan anggota Badan anggaran agar masing masing BUMD mempresentasikan kinerja dan dapat memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah.
Badan anggaran memandang pendapatan asli daerah masih kurang signifikan. Anna menjelaskan secara garis besar BUMD akan dilakukan pembenahan secara menyeluruh.
Sedangkan Ali Mustofa anggota badan anggaran dari fraksi NasDem menanyakan tentang penyertaan modal di BPR yang pada kenyataannya masih belum benar benar menyentuh pada masyarakat Bojonegoro terutama pada kalangan masyarakat menengah ke bawah dalam upaya untuk mendapatkan kemudahan kredit dari BPR.
Abah Ali sapaan akrab politisi asli Temayang ini, terkait pernyataan modal dari Pemerintah kabupaten Bojonegoro diinvestasikan di Bank Bank lain, bahkan ada yang di luar Bojonegoro.
Dalam hal ini Anna Muawanh menegaskan, sudah meminta menarik keseluruhan modal BPR yang ada di Bank Bank lain. Sedangkan untuk pendapatan asli daerah yang didapat dari upaya menaikan pajak PBB, Badan anggaran tidak sepakat.
Yayan Rohman menegaskan Nilai yang di patok 6 miliar dari pajak PBB akan dicarikan pengganti dari obyek yang lain atau didapat dari silpa.(Shinju.isc)
