Kemkominfo Segera Panggil Gojek Grab Uber Bahas Keselamatan Konsumen

Baca-

IndoShinju.com, Surabaya Saat ini layanan jasa transportasi berbasis aplikasi online menjadi primadona dinegara kita, karena angkutan umum online ini relatif aman, nyaman, cepat, murah dan selamat.

 
Keselamatan konsumen harus tetap diprioritaskan pada bisnis yang sedang booming ini.

 

Ridzki Kramadibrata, managing director Grab Indonesia berharap agar bisnis jasa dengan sistem aplikasi online ini dipahami sebagai salah satu alat memberdayakan ekonomi rakyat.

 

“Keselamatan merupakan prioritas utama kami dalam menghadirkan layanan. Kami percaya bahwa menghadirkan layanan transportasi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat, merupakan misi yang diemban bersama tidak hanya oleh Grab, namun juga oleh pemerintah dan kepolisian serta para pelaku industri terkait,” ujar Ridzki Kramadibrata.

 

Menkominfo Rudiantara mengatakan, perkembangan teknologi harus diposisikan sebagai alat untuk membantu mempercepat berbagai aktivitas, antara lain ekonomi.

 

Rudiantara mengatakan, “Aplikasi online tranportasi publik harus diposisikan sebagai alat memberdayakan ekonomi rakyat.”

Kita harus akui transportasi berbasis aplikasi menawarkan begitu banyak kemudahan, sehingga memikat masyarakat.

Jasa transportasi online ini membuat masyarakat merasa dilayani kebutuhannya secara cepat, murah, aman, nyaman dan selamat.

Kementerian Komunikasi dan Informatika punya rencana untuk memanggil setidaknya tiga perusahaan besar yang menyediakan layanan ojek motor dan mobil panggilan secara online.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel AP.

“Lagi diatur pemanggilan semua penyedia aplikasi transportasi yang ada di negara kita,” kata Samuel.

Pemanggilan ini salah satunya akan membahas keselamatan dan keamanan pengemudi maupun penumpang layanan transportasi online, yang belakangan mulai jadi pilihan warga karena lebih mudah dan harganya juga terjangkau.

 

Dua bulan terakhir ini, ada kisah seorang pengemudi yang dihipnotis penumpang dan dicuri motornya. Para pengemudi motor online ini juga tidak lepas dari incaran begal di tengah jalan.

 

Ada juga cerita penumpang yang mencoba merampok mobil Suzuki Ertiga milik pengemudi mobil online di Pasar Minggu, tetapi upaya itu gagal dan pelaku berhasil ditangkap warga setempat.

 

Di tempat lain, seorang pengemudi motor online ditangkap karena mencoba merampok penumpangnya di Tangerang.

Bulan September ini 4 ponsel pintar yang dibawa kabur oleh pengemudi online. Kita sudah mendengar pengemudi online yang memakai fake GPS untuk mencurangi tarif.

 

Begitu menghadapi tindak kejahatan, para pengemudi atau penumpang ini kesulitan untuk meminta pertolongan dan mungkin tak terpikirkan untuk menghubungi layanan tanggap darurat.

 

Mungkin sudah waktunya para penyedia layanan transportasi online untuk membekali aplikasi mereka dengan tombol SOS, emergency, atau apapun namanya untuk memberi jaminan keselamatan para penumpang dan pengemudinya.

 

Perusahaan Grab yang menyediakan layanan GrabBike dan GrabCar, saat ini sedang memproses dan meminta izin kepada otoritas hukum untuk menerapkan tombol SOS sebagai fitur keselamatan dan   tanggap darurat.

 

“Ada rencana untuk dibawa ke Indonesia. Kita lagi urus izin,” kata Mediko Azwar, Country Marketing Director Grab Indonesia.

 

Fitur ini sebelumnya telah hadir di Malaysia dan Singapura yang terintegrasi dengan nomor telepon polisi. Aplikasi ini juga dapat melacak basis data lokasi jika terjadi tindakan yang mengganggu keamanan.

 

Sementara di India, Uber telah menyediakan tombol panik kepada pengemudi dan penumpang setelah didesak oleh pemerintah karena ada kasus pemerkosaan terhadap penumpang oleh pengemudi di New Delhi.

 

Semoga kedepan keselamatan konsumen menjadi prioritas semua pihak, karena banyak anak anak sekolah, mahasiswa, ibu rumah tangga yang memakai transportasi online ini. (Deby MS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *