Kembangkan Potensi Perajut Baru, EMCL dan Yayasan Sri Sasanti Gelar Pelatihan di Sukoharjo dan Leran

Indoshinju.com   (24/4) – Sebanyak 50 perempuan di Desa Sukoharjo dan Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan merajut untuk pemula. Dalam pelatihan yang dilaksanakan dua hari tersebut merupakan inisiasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama dengan Yayasan Sri Sasanti Indonesia (YSSI), yang didukung penuh oleh SKK Migas.

Pelatihan Merajut Dompet untuk Perempuan di wilayah Desa Leran dan Sukoharjo berlangsung 4 hari. Pembukaan pelatihan dilakukan hari ini Rabu (24/04), dihadiri oleh Rico Agus Heptafiansya, ST, Sekretaris Desa Sukoharjo, Patkur, S.Pd Kasi Kesra Desa Leran dan Marshya C. Ariej selaku penanggung jawab dan perwakilan EMCL.

Dalam sambutannya di Balai Desa Sukoharjo Rabu (24/04) Rico, selaku Sekretaris Desa Sukoharjo menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Sukoharjo menyambut baik inisiatif Program Rajut ini. Apabila Masyarakat Desa Sukoharjo ingin mengikuti Pelatihan Rajut tambahan, Pemerintah Desa bersedia untuk menyediakan fasilitas pelatihan bagi warganya.

“Kami akan berusaha membantu untuk pameran atau promosi apabila nanti para peserta sudah bisa berproduksi,” tutur Rico.

Selain itu Marshya, selaku penanggung jawab dan perwakilan EMCL berharap peserta yang hadir bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan sehingga kualitasnya bisa sesuai dengan standar ekspor dan bergabung dengan kelompok PRIMA.

Program bagi perajut pemula ini akan dilaksanakan sebanyak 8 kali dengan target ditahap pertama (selama 4 hari) adalah peserta mampu menyelesaikan dompet dengan tinggi panel 20 cm. Uniknya, pelatihan ini tidak mendatangkan trainer dari luar daerah. Pelatih yang dihadirkan adalah pelatih profesional dari Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA) Bojonegoro.

Tiga pelatih, diantaranya Wainem, Hartini dan Lisa merupakan perajut yang telah mengerjakan berbagai pesanan ekspor sejak tahun 2018. Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 35,000 panel rajut telah dikerjakan oleh Ibu PRIMA dengan total pendapatan lebih dari 800 juta rupiah.

Dalam pembukaan pelatihan, Wainem, Perajut PRIMA asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam menyampaikan keuntungan menjadi perajut sebagai bentuk motivasi pada Perajut Pemula. Wainem bercerita bahwa dirinya merupakan pekerja domestik dan petani. Kini, Ia memiliki 3 sumber pendapatan dengan menjadi perajut.

“Sebelum menjadi perajut, saya bekerja di rumah orang dan bertani juga di sawah, semua aktivitas tersebut masih saya lakukan hingga saat ini. Merajut menjadi pekerjaan sampingan yang bisa saya kerjakan disela-sela kedua aktivitas tersebut,” ungkap Wainem.(hw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *